BREAKING NEWS
 

Tiga Kecelakaan Beruntun, Pengemudi TransJakarta Banyak Error-nya

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Selasa, 23 September 2025 21:36 WIB
Direktur Utama PT TransJakarta Welfizon Yuza. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT TransJakarta Welfizon Yuza mengungkapkan tiga kecelakaan bus TransJakarta yang terjadi selama bulan September 2025 disebabkan faktor human error, bukan kerusakan teknis pada kendaraan. 

"Jadi semua sistem itu layak operasi. Kami respon hari ini informasi yang beredar ada rem blong dan segala macam, kami pastikan itu tidak terjadi. Jadi kondisi armada itu adalah layak operasi,” ujar Welfizon di Ruang Rapat Komisi B DPRD DKI, Selasa (23/9/2025).

Kecelakaan Pertama: Bus Damri Tabrak Toko di Minangkabau Timur

Kecelakaan pertama melibatkan bus TransJakarta dari operator Damri, yang menabrak beberapa bangunan toko di Jalan Minangkabau Timur, Jakarta Selatan, pada 6 September lalu. Insiden ini menyebabkan satu korban luka dan kerusakan pada dua bangunan serta satu unit mobil yang terparkir.

Berdasarkan hasil investigasi, pramudi bus telah memiliki pengalaman kerja hampir sembilan tahun dan dinyatakan fit to work pada pagi hari sebelum kejadian.

Baca juga : Rayakan 50 Tahun, Polytron Resmi Meluncurkan Kampanye Always on yang

"Hasil CCTV yang kita ambil dari armada, penyebab kecelakaan adalah pada saat melalui lintasan U-turn dan lintasan inilah lintasan yang sifatnya temporary, dan karena ada dampak beberapa pembangunan infrastruktur di sini, rutenya mengalami peralihan. Kemudian, ada U-turnyang cukup tajam dan penyebabnya pada saat melalui U-turn pramudi mengalami microsleep," jelas Welfizon.

Kecelakaan Kedua: Tabrakan dengan Truk di Jalan Balikpapan

Kecelakaan kedua terjadi, Kamis, (18/9/2025) sekitar pukul 05.43 WIB. Insiden ini melibatkan bus TransJakarta dengan kode armada SteadySafe 079 yang menabrak truk di perempatan dekat Rumah Sakit Tarakan, Jalan Balikpapan, Jakarta Selatan. Penyebab kecelakaan karena fase lampu lalu lintas hijau bersamaan antara jalur bus yang berbelok dan kendaraan dari arah berlawanan.

“Kondisi armada, sekali lagi kami pastikan, layak jalan dalam semua kondisi normal. Jadi tidak ada problem dengan technical,” tegasnya.

Adsense

"Ini ada perempatan, lampu merah yang belok kanan ini khusus kendaraan Transjakarta. Jadi fasenya ini sama antara yang belok kanan dengan yang lurus,” tambahnya.

Baca juga : AC Milan Bekuk Udinese, Juventus Tertahan Di Verona

Kecelakaan Ketiga: Bus Tabrak Bangunan di Cakung

Kecelakaan ketiga terjadi pada Jumat, (19/9/2025) sekitar pukul 05.07 WIB. Bus TransJakarta dengan kode armada SteadySafe 045 menabrak bangunan di kawasan Jalan Raya Stasiun Cakung dan Jalan Damai. Insiden bermula di jalur yang harusnya jalurnya u-turn, menjadi berputar balik. Kemudian pada saat melakukan putar balik, dari sebelah kiri ada motor yang kemudian motor masuk ke blind spot dan kesrempet bus.

"Karena panik, yang harusnya berputar balik, ini pramudinya mengarah ke jalan yang bukan jalur TransJakarta,” jelas Welfizon.

Tindak Lanjut: Audit Bersama KNKT dan Fokus pada Human Error

Sebagai langkah lanjut, TransJakarta telah berkoordinasi dengan KNKT untuk mendalami penyebab insiden. Meski data menunjukkan penurunan angka kecelakaan, Welfizon menyebut ini sebagai 'early warning system' yang perlu ditindaklanjuti serius.

Baca juga : Pengaturan Kuota Impor BBM dalam Kerangka Tata Kelola Energi Nasional

Hasil diskusi bersama KNKT mengarah pada faktor psikis dan keterbatasan kinerja manusia (human performance limitation) sebagai akar penyebab utama.

“Kesimpulan sementara lebih banyak masalahnya adalah masalah human error ataupun psikis,” terang Welfizon.

"Dalam aspek safety biasanya bukan disebut dengan human error tapi human performance limitation," lanjut Welfizon.

Dia mengakui rentetan kejadian ini menjadi pembelajaran pihaknya.

"Dan karena ini lebih banyak kepada human error, jadi hal yang akan kami lakukan kita akan melakukan workshop detail dengan KNKT. Kita lagi atur jadwalnya dalam minggu ini, untuk membedah dan memitigasi kejadian-kejadian yang sama yang lebih banyak melibatkan human factor," jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense