RM.id Rakyat Merdeka - Pasar Barito sebentar lagi tinggal kenangan. Pertengahan bulan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membuka pasar penggantinya di Lenteng Agung. Konsepnya dipastikan lebih modern.
Sudah selesaikah pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner itu? Begini reportase jurnalis Rakyat Merdeka pada Rabu (1/10/2025).
Dari jalan raya hanya tampak tanah kosong. Cukup luas. Di sebelah kanannya terlihat pasir, batu kali dan bata hebel. Lokasinya di sebelah kiri Jalan Raya Lenteng Agung, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Persis di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) menuju Stasiun Lenteng Agung, arah Depok, Jawa Barat.
Namun, begitu masuk, terlihat jejeran kios berkelir putih. Kios yang akan menjadi Sentra Fauna dan Kuliner ini, terpisah dalam tiga bagian, lantaran topografi tanahnya miring. Untuk menuju ke 125 kios yang dibagi dalam lima zona ini, harus melalui jalan yang menurun.
Baca juga : Hadiri Sidang Nadiem, Ini Harapan Dari Sang Ayah
Di bangunan terdepan sebelah kiri atau Zona A, bakal ada 22 kios kuliner. Kemudian, setelah melalui jalan menurun, akan ada Zona B untuk amfiteater atau bangunan terbuka. Sedangkan di Zona C dan D, ada 74 kios untuk pedagang hewan dan pakan hewan.
Sedangkan Zona E yang berada di sebelah kanan, untuk kios-kios parcel dan kuliner. Jumlahnya 29 kios. Lahan di atas (di depan) Zona E akan dibangun Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Jagakarsa.
Total luas lahan itu 7.500 meter persegi. Namun, yang dibangun kios-kios, hanya sekitar 2.000 meter persegi. Di bagian paling belakang lahan ini, terdapat tempat pertanian kota (urban farming) dan jalan tembus menuju Lenteng Agung Timur, RT 07, RW 07.
Jurnalis Rakyat Merdeka datang siang hari sekitar pukul 12.30 WIB. Suasana tampak sepi karena jam istirahat. Para pekerja yang membangun kioskios ini, ada yang sedang makan. Ada pula yang duduk di dalam kios-kios yang belum sepenuhnya selesai itu.
Baca juga : Chelsea Vs Liverpool, Duel Ketidakkonsistenan
Rencananya, Sentra Fauna dan Kuliner ini akan diresmikan awal Oktober 2025. Namun, diundur menjadi pertengahan Oktober. Sebab, masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. “Tugas kami tinggal pasang rolling door saja,” kata Sukirno, pengawas atau mandor proyek ini.
Sukirno yakin, pekerjaan tersebut akan kelar dalam seminggu. Bahkan, jika tidak hujan, bisa lebih cepat. “Kalau sering hujan seperti belakangan ini, mau tidak mau kerja berhenti dulu,” ujarnya.
Apalagi, lanjut Sukirno, pemasangan rolling door yang membutuhkan aliran listrik, rawan terjadi korslet atau tersetrum saat hujan. “Kami juga harus memperhatikan keselamatan para pekerja. Bukan sekadar cepat selesai,” ucapnya.
Sedangkan untuk pengaspalan jalan dan pembuatan saluran drainase, lanjut dia, akan ada pihak lain yang mengerjakannya. Saluran drainase cukup vital, mengingat posisi pasar ini, lebih rendah dari permukaan jalan raya.
Baca juga : Marc Marquez Tersungkur, Marco Bezzecchi Tercepat
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mendorong segera dilakukan kajian teknis dan normalisasi saluran air, di dalam maupun sekitar kawasan Sentra Fauna dan Kuliner.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.