BREAKING NEWS
 

Realisasi Proyek Dikebut Akhir Tahun

Titik Kemacetan Parah Di DKI Semakin Banyak

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 20 Oktober 2025 06:25 WIB
Pemprov DKI Jakarta target penyelesaian sejumlah proyek pembangunan dalam upaya mengurai kemacetan. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Pengendara roda dua diarahkan lewat Jalan Asem dan tembus di Jalan Kenari. Sebab, separo Jalan Arjuna Selatan, dari gang masuk Jalan Asem hingga Jalan Kenari, tengah digali. 

Yoga, remaja setempat yang membantu mengatur lalu lintas di gang masuk Jalan Kenari, menuturkan bahwa penutupan total jalan tersebut, dilakukan mulai pukul 10.00-17.00 WIB. “Pukul 5 sore sampai 10 pagi, dibuka. Tapi, hanya untuk motor,” katanya. 

Pembukaan akses lalu lintas untuk kendaraan roda dua pada jam sibuk pagi dan sore, untuk menghindari kepadatan di dalam Jalan Kenari dan Jalan Asem. 

Baca juga : Hari Ini, Kejagung Serahkan Uang Sitaan 13 T Ke Negara

Menurut dia, sejak ada proyek galian saluran air dan kendaraan roda dua diarahkan lewat Jalan Kenari dan Jalan Asem, jalan kampungnya jadi padat. Kalau mobil ikut lewat, jalan semakin semrawut dan mengganggu warga sekitar. 

Proyek saluran air di Jalan Arjuna Selatan, sepanjang lebih kurang 400 meter ini, garapan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat. Wakil Camat Kebon Jeruk Agus Mulyadi mengatakan, pembangunan saluran air ini, merupakan program prioritas Pemprov DKI untuk mengantisipasi genangan pada musim hujan. 

“Peran Kecamatan dan Kelurahan sangat besar, karena langsung terkait dengan wilayah. Kami juga melakukan pemetaan untuk rekayasa lalu lintas agar tidak mengganggu aktivitas warga,” kata Agus dalam keterangannya. 

Baca juga : Jepang Muak Dengan Qatar Dan Arab Saudi, Indonesia Diajak Boikot AFC

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui, banyak keluhan warga akibat berbagai proyek pembangunan belakangan ini. “Memang pola pemanfaatan keuangan kita, masih sering di ujung tahun, seperti ngejar setoran,” kata Pram di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (16/10/2025). 

Proyek yang jadi sorotan, antara lain, cable trap atau instalasi kabel bawah tanah di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Selain itu, proyek speed table atau alat pengatur lalu lintas di Simpang Jalan Fatmawati-Jalan Kartini Raya, Jakarta Selatan, tepatnya di belokan arah Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Fatmawati, dan proyek saluran air di Jalan Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Proyek-proyek ini, menyebabkan gangguan lalu lintas dan kemacetan parah di kawasan tersebut. 

Untuk mengatasinya, Pram berjanji akan mendorong percepatan pelaksanaan proyek sejak awal tahun anggaran. Bahkan sebelum tahun anggaran berjalan, melalui percepatan proses lelang. “Nanti untuk APBD 2026, dari awal, bahkan sebelumnya, sudah dilakukan lelang, seperti yang pernah dilakukan Pemerintah Pusat,” ucap Pramono. 

Baca juga : MotoGP Australia 2025, Raul Fernandez Raih Kemenangan Perdana

Pram menilai, pola pelaksanaan proyek seperti ini, pernah berhasil diterapkan ketika dia masih menjabat di Pemerintah Pusat. Karena itu, dia berkomitmen untuk membawa pola serupa ke lingkungan Pemprov DKI. “Supaya tidak semua proyek kejar-kejaran pada akhir tahun,” tandasnya. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense