Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai indikator nasional menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi menguat, angka kemiskinan turun, hingga kepercayaan investor meningkat.
Berdasarkan laporan NEXT Indonesia Center yang dirilis Sabtu (18/10/2025), tingkat kemiskinan nasional pada Maret 2025 turun ke posisi 8,47 persen. Jumlah warga miskin berkurang 1,37 juta jiwa menjadi 23,85 juta orang. Ini terendah sepanjang sejarah Indonesia.
“Penurunan terbesar terjadi di per desaan dari 11,34 persen menjadi 11,03 persen, sementara di perkotaan naik tipis dari 6,66 persen menjadi 6,73 persen,” tulis laporan tersebut.
Baca juga : Peternak Semringah Panen Ikan Berlimpah
Tren positif juga terlihat pada tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang menurun ke 4,76 persen per Februari 2025, terendah dalam 30 tahun terakhir. Dari total 153,05 juta angkatan kerja, sebanyak 145,77 juta di antaranya telah bekerja.
Di sektor keuangan, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rekor kapitalisasi pasar sebesar Rp 15 ribu triliun pada Maret 2025, tertinggi di Asia Tenggara. Sementara IHSG menembus level 8.124 pada penutupan perdagangan 16 Oktober 2025.
Laporan NEXT juga menunjukkan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada triwulan II-2025 mencapai Rp 275,5 triliun atau 56,9 persen dari total investasi sebesar Rp 484,2 triliun. Angka ini juga tertinggi sepanjang sejarah.
Baca juga : Muhammad Khozin: Jadi Masukan Kami Merevisi UU Pemilu
Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus 5,48 miliar dolar AS pada Agustus 2025. Surplus ini tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Sektor ketenagakerjaan juga menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 1.147 perusahaan dan 104.711 calon peserta telah mendaftar dalam program Magang Berbayar gelombang pertama, yang menampung 20 ribu peserta. Pemerintah menargetkan tambahan 80 ribu peserta pada gelombang kedua di November 2025.
Dari sisi pertanian, produksi beras nasional sepanjang Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton. Jumlah ini naik 12,62 persen dibanding periode sama tahun lalu dan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Baca juga : Agus Supriyadi: Kami Bisa Memahami Dan Terima Putusan MK
Untuk memperkuat ketahanan pangan, pemerintah menargetkan pencetakan 3 juta hektare sawah baru hingga 2029, dengan alokasi Rp 10,9 triliun dalam APBN 2025 untuk tahap awal seluas 225 ribu hektare.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya