RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan revitalisasi Rusunawa Marunda di Jakarta Utara tetap berjalan sesuai rencana meski terjadi pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 15 triliun dalam APBD 2026.
“Langsung lanjut usai pembongkaran selesai, dua tower baru akan mulai dibangun awal 2026 dari total lima tower yang direncanakan,”jelas Pemprov DKI. Setiap tower nantinya memiliki 20 lantai dengan total 1.440 unit hunian," kata Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, saat dikonfirmasi, dikutip Rabu (29/10/2025).
Meski menghadapi keterbatasan anggaran akibat pemangkasan DBH, Pemprov DKI menegaskan program ini tetap menjadi prioritas.
Baca juga : Polri Sita 197 Ton Narkoba Sepanjang 2025, Tangkap 51.763 Tersangka
“Pak Gubernur pastikan ini tetap prioritas meski ada pemangkasan DBH Rp15 triliun untuk APBD 2026,” tegasnya.
Revitalisasi Rusun Marunda ditargetkan selesai seluruhnya dalam lima tahun, yakni hingga 2030.
“Termasuk fasilitas pendukung seperti taman, dan akses transportasi,” paparnya.
Baca juga : Lippo Bedah 1.500 Rumah Desa, Dimulai Dari Kampung Topeng Malang
Pemerintah juga memastikan nasib warga terdampak pembongkaran tetap menjadi perhatian.
Selain Rusun Marunda, program ini juga merupakan bagian dari percepatan penyediaan hunian layak di Jakarta.
Pemprov DKI menegaskan bahwa revitalisasi rusun tidak hanya soal mengganti bangunan lama, melainkan juga peningkatan kualitas hidup warga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.