BREAKING NEWS
 

Besaran Subsidi Turun Terus, Transjakarta Ngebet Ingin Naikkan Tarif

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Rabu, 5 November 2025 16:08 WIB
Bus Listrik Transjakarta. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Transjakarta meminta kenaikan tarif layanan karena penurunan biaya subsidi dan meningkatnya biaya transportasi publik di Ibu Kota. Disisi lain, tarif layanan Rp 3.500 per penumpang sudah bertahan selama 20 tahun. 

Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, mengungkapkan bahwa tarif Transjakarta sudah tidak pernah mengalami penyesuaian sejak layanan bus itu pertama kali beroperasi sekitar dua dekade lalu.

“Jadi kalau kita lihat sih, di 2024 itu subsidi per pelanggannya Rp 9.700. Kalau dilihat dari tahun 2022, karena 2022 masih ada covidnya, itu sebenarnya sudah turun dari Rp 16 ribu, terus Rp 11.400 ke Rp 9.700,” kata Welfizon dalam acara Balkoters Talk di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, tanpa subsidi dari Pemerintah, tarif Transjakarta seharusnya mencapai sekitar Rp 13 ribu per penumpang. Namun, masyarakat hanya perlu membayar Rp 3.500 berkat subsidi pemerintah daerah.

Baca juga : Poles Dulu Kualitas Pelayanan Biar Top

Welfizon menambahkan, nilai subsidi yang diberikan pemerintah daerah terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Karena Rp3.500 itu tidak pernah naik selama 20 tahun, padahal biaya dan UMP sudah naik berkali-kali.

Meski demikian, Welfizon menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan besaran tarif baru yang akan diberlakukan. Saat ini, Transjakarta masih melakukan kajian dan mendengarkan masukan masyarakat sebelum menentukan angka pastinya.

Rencana kenaikan tarif ini juga tidak lepas dari kebijakan pemerintah pusat yang memangkas dana transfer ke daerah (TKD), termasuk dana bagi hasil (DBH). Kondisi ini membuat Pemprov DKI harus melakukan penyesuaian anggaran subsidi untuk transportasi publik.

Adsense

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana menaikkan tarif TransJakarta dalam waktu dekat karena beban subsidi yang selama ini ditanggung pemerintah daerah dinilai terlalu besar.

Baca juga : Gubernur Pramono Minta Mesin Tap Kartu Transjakarta Ngebut Kaya Luar Negeri

"Sebenarnya di tarif yang lama pun kami sudah memsubsidi per tiket berapa ya, Rp 9.700. Kan terlalu berat kalau terus-menerus seperti itu apalagi DBH (Dana Bagi Hasil) dipotong," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Pramono menyampaikan, saat ini pihaknya masih memfinalisasi besaran penyesuaian tarif yang akan diberlakukan. Ia menekankan, keputusan tarif nantinya akan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat.

"Saya juga mendengar rata-rata mereka mengusulkan, di media saya itu antara 5.000 sampai 7.000, rata-rata," jelasnya.

Selain soal tarif, Pramono juga menyoroti peningkatan kualitas layanan Transjakarta melalui penambahan armada bus listrik. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi polusi udara sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang.

Baca juga : BUMN Transportasi Tebar Diskon Dan Kerek Layanan

"Fasilitasnya sekarang kita perbaiki bahkan tahun ini untuk bus listrik Jakarta yang sebelumnya hanya beroperasi 200, sekarang akan beroperasi sampai dengan 500 bus listrik,” ujarnya.

Menurut Pramono, saat ini terdapat 15 golongan masyarakat yang menikmati layanan Transjakarta secara gratis, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, pelajar, penyandang disabilitas, hingga warga lanjut usia (lansia).

"Tapi, tentunya kan enggak bisa Pemerintah Jakarta menyangga semua penduduk yang ada di Jakarta dan Jabodetabek,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense