Dark/Light Mode

Syarat DPRD Kepada Transjakarta Sebelum Naikkan Tarif

Poles Dulu Kualitas Pelayanan Biar Top

Sabtu, 1 November 2025 06:25 WIB
Penumpang melakukan pembayaran menggunakan kartu uang elektronik di Halte Transjakarta Lebak Bulus, Jakarta Selatan. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Penumpang melakukan pembayaran menggunakan kartu uang elektronik di Halte Transjakarta Lebak Bulus, Jakarta Selatan. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wacana kenaikan tarif bus Transjakarta semakin menguat. Rencana ini didukung sejumlah pihak. Termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Meski demikian, politisi Kebon Sirih memberikan syarat, kebijakan itu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan kepada penumpang.

Ketua Komisi C DPRD DKI Dimaz Raditya meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) meningkatkan layanan di halte. Untuk itu, dia mendorong Transjakarta menginventarisasi halte yang butuh perbaikan skala besar. Tujuannya, meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengguna Transjakarta. 

“Kalau tarifnya naik dan pelayanannya buruk, kita malu. Kenaikan tarif harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan,” kata Dimaz. 

Baca juga : Kasus Dugaan Korupsi PDNS, Mantan Dirjen Aptika Kominfo Bakal Disidang

Selain revitalisasi halte, dia mengingatkan Transjakarta untuk meningkatkan standar pelayanan terhadap konsumen. Termasuk integrasi rute di masing-masing halte. 

Dengan revitalisasi, lanjut Dimaz, fasilitas halte Transjakarta menjadi lebih baik. Misalnya, penambahan atau peningkatan fasilitas, seperti toilet dan musholla. Selain itu, menyediakan aksesibilitas secara inklusif. Menambah fasilitas lift dan eskalator. Sehingga, mewujudkan halte yang ramah bagi penyandang disabilitas, orang tua dan ibu hamil. “Halte-halte itu harus layak fungsi, layak pakai,” ujarnya. 

Sedangkan Ketua Komisi B DPRD DKI Nova Harivan Paloh menyoroti kebijakan subsidi transportasi yang efisien dan tepat sasaran, untuk menjaga keberlanjutan layanan publik. 

Baca juga : Tottenham Hotspur Vs Chelsea, Derbi London Bakal Dramatis

Nova menyebutkan, total subsidi transportasi oleh Pemprov DKI hampir Rp 6 triliun. Porsi terbesar untuk layanan Transjakarta, sekitar Rp 4 triliun. 

“Perlu ada kajian khusus agar subsidi yang diberikan tetap efisien, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Nova saat Rapat Koordinasi Transportasi Terintegrasi dan Terpadu yang digelar Pemprov DKI di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2025). 

Menurut dia, evaluasi juga dapat mencakup potensi penyesuaian tarif pada layanan bus Transjabodetabek. Sehingga, pengelolaan subsidi lebih berkelanjutan. “Jika penyesuaian diperlukan, tentu harus melalui kajian yang matang,” tegasnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.