RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak melakukan rotasi maupun mutasi jabatan selama hampir tiga tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pelantikan besar-besaran terhadap 2.700 pejabat eselon III dan IV yang dilakukan dalam dua gelombang pada 5 dan 19 November 2025.
“Memang sengaja pemberitahuannya last minute. Kenapa? Karena rotasi dengan jumlah total dua kali 1.800 lebih dan 1.800 lebih, total 2.700, tentunya enggak gampang, apalagi untuk pejabat eselon 3 dan 4,” ujar Pramono saat ditemui di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).
Baca juga : Konsumsi Rumah Tangga Melonjak, Pelaku Ekonomi Makin Percaya Diri Berbelanja
Pramono menjelaskan bahwa pemberitahuan rotasi dilakukan secara mendadak karena besarnya jumlah pejabat yang harus digeser. Ia menambahkan bahwa rotasi ini kemungkinan menjadi rekor karena melibatkan jumlah pejabat yang sangat besar dalam satu periode.
"Kalau dilihat sebenarnya mungkin itu salah satu rekor rotasi yang paling banyak yang ada di satu instansi. Tapi alhamdulillah semuanya bisa menerima,” katanya.
Pramono menegaskan bahwa tujuan utama rotasi bukan semata pada pergantian pejabat, namun menciptakan sistem birokrasi yang lebih adaptif dan mampu bergerak cepat.
Baca juga : Pemprov DKI Isi Kekosongan Jabatan, Gubernur Pramono Lantik 1.882 Pejabat
“Karena memang yang saya bangun bukan orangnya, tetapi bagaimana sistem itu bisa melakukan rotasi secara cepat dalam jumlah yang banyak karena hampir 3 tahun Pemda DKI tidak mengalami rotasi,” jelasnya.
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah posisi kembali diisi, mulai dari pejabat administrator, pengawas, ketua subkelompok, pejabat fungsional, hingga kepala sekolah.
Pelantikan besar-besaran ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang sempat berlangsung lama di lingkungan Pemprov DKI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.