Sebelumnya
Kedua, bak inlet dan outlet, atau tangki segi empat untuk menampung serta mengeluarkan bekas olahan limbah. Tangki septik biogas atau digester berwarna biru ini di tanam di dalam tanah. Dari tangki septik ini, biogas dialirkan ke rumah-rumah warga, menggunakan pipa PVC ukuran 1/2 inci. Termasuk ke rumah Suprapti.
Biogas Lebih Panas Dari LPG
Pakar biogas Dr. Sri Wahyuni menjelaskan, biogas adalah fermentasi bahan organik melalui mikroorganisme pada kondisi tanpa udara atau anaerobik. Melalui mikroorganisme, limbah-limbah organik, seperti kotoran manusia dan hewan disimpan di dalam digester.
Digester adalah reaktor atau media yang digunakan untuk mengolah limbah organik, menjadi biogas melalui proses penguraian biologis oleh mikroorganisme anaerobik (tanpa oksigen). Proses ini menghasilkan gas metana yang dapat di gunakan sebagai bahan bakar untuk memasak.
Baca juga : Geledah Perusahaan Penggarap Monumen Reog, KPK Sita Senjata Api
“Mikroorganisme yang kita tanam di dalam digester itu, akan selamanya hidup dan menghasilkan gas,” kata Sri Wahyuni yang sudah 15 tahun konsen melakukan inovasi dalam mengaplikasikan biogas, kepada Rakyat Merdeka, Kamis (27/11/2025).
Direktur PT Swen Inovasi Transfer yang terlibat dalam penyediaan dan pembangunan instalasi septik komunal biogas di Pemkot Jaktim ini mengatakan, penggunaan biogas memi liki keunggulan dan lebih aman dibandingkan LPG.
Api yang dihasilkan biogas lebih panas ketimbang LPG. Sehingga, proses masak lebih cepat. “Panasnya bisa sampai 1200 kalori. Kalau LPG paling tinggi 700-800 kalori,” ujar wanita yang dijuluki Ratu Biogas Indonesia ini.
Baca juga : Drama VAR Antar Milan Ke Puncak
Selain itu, biogas bertekanan rendah, tidak mudah tersulut api. Sehingga, jika terjadi kebocoran, tidak terlalu berisiko meledak atau terbakar. “Kalau ada kebocoran, tinggal tutup krannya, sudah mati. Kalau bocor, hanya menimbulkan bau kentut,” beber Dosen Universitas Pakuan (Unpak) Bogor tersebut.
Namun, Sri mengakui, pasokan gas seperti di septik komunal biogas di Jaktim, sangat bergantung dari pasokan limbahnya. Menurut dia, idealnya untuk digester ukuran 17 meter kubik yang dipasang di Gang Delta, digunakan 2.000 orang agar pasokan gasnya tersedia terus.
Minimnya pasokan limbah ini, menurut Sri, lantaran ada beberapa rumah yang saluran pembuangan air kotor dan tinjanya masih campur. Sehingga, tinja terkontaminasi sabun, deterjen atau bahan kimia lainnya. Karena itu, tinjanya tidak bisa disalurkan ke tangki septik komunal biogas.
Baca juga : Kalahkan Wakil Thailand, Dejan/Bernadine Juara Syed Modi International
“Limbahnya tidak boleh tercemar zat kimia, bisa mati bakterinya,” jelas Sri yang sudah menerapkan inovasi tangki septik komunal biogas di sejumlah pesantren di Jawa dan Kalimantan.
Sri menyebut, Jakarta yang punya banyak gedung tinggi dan hunian vertikal, sangat berpotensi untuk menerapkan inovasi tangki septik biogas. “Ini kan sudah diawali Wali Kota Jakarta Timur dan Gubernur menyambut baik,” pungkas jebolan S3 Institut Pertanian Bogor (IPB) ini. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.