BREAKING NEWS
 

Pasca Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa SDN Kalibaru 01

Ketua DPRD Jakarta Minta ZoSS Dievaluasi

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 14 Desember 2025 06:25 WIB
Petugas berjaga di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025), pasca mobil MBG atau SPPG menabrak belasan siswa di area sekolah. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DPRD DKI) Jakarta Khoirudin meminta penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) dievaluasi.

Permintaan ini buntut insiden mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak guru dan siswa SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025).

“Saya harap, para korban segera cepat sembuh, dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” harap Khoirudin.

Dia menyoroti celah pengawasan di lingkungan SDN Kalibaru 01 Cilincing. Lingkungan sekolah, seharusnya steril dari kendaraan. Apalagi, ketika ada kegiatan di lapangan. Sehingga, peristiwa itu tidak dapat dianggap sebagai insiden biasa.

Baca juga : Genoa Vs Inter Milan, Neraka Luigi Ferraris

“Ini karena kecerobohan, faktor kesalahan manusia,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan sekolah harus memiliki pembatasan lalu lintas yang lebih tegas, agar tidak ada kendaraan masuk tanpa izin. Dia juga menyoroti pelanggaran prosedur. Karena, mobil tersebut masih bisa melaju saat ada kegiatan.

“Padahal, ada SOP yang mengatur sebatas mana kendaraan luar boleh masuk,” kata Khoirudin.

Dia mengingatkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI juga telah menerapkan ZoSS di sejumlah titik. Namun, insiden di SDN Kalibaru 01, menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap penerapannya.

Baca juga : SEA Games 2025, Tim Senam Lampaui Target Empat Medali

“Ini harus jadi evaluasi bersama agar ZoSS benar-benar efektif mencegah insiden seperti itu,” tegasnya.

Selain itu, Khoirudin meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan memperkuat rekayasa lalu lintas di sekitar sekolah. Termasuk, memperjelas batas aman kendaraan agar kejadian serupa tidak berulang.

Agar kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak psikologis, Khoirudin bilang, perlu respons cepat Pemprov DKI Jakarta. Baik kepada para siswa yang menjadi korban maupun yang turut menyaksikan langsung kejadian tersebut. Pengalaman traumatis seperti itu dapat mengganggu konsentrasi belajar dan kondisi emosional anak.

Karena itu, dia mendorong Dinas Pendidikan berkoordinasi bersama Biro Pendidikan dan Mental Spiritual segera turun tangan dan melaksanakan pendampingan psikologis secara terstruktur.

Adsense

Baca juga : Presiden Tembus ke Daerah Terisolir Bencana Sumatera

Khoirudin menegaskan, program trauma healing harus sejak awal. Sehingga, siswa tidak membawa ketakutan dan tekanan mental dalam jangka panjang.

Dia juga mengajak pihak sekolah berkoordinasi dengan tenaga profesional. Termasuk psikolog pendidikan. Tujuannya, memastikan seluruh siswa mendapatkan ruang aman untuk bercerita, mengekspresikan rasa takut, serta memulihkan rasa percaya diri mereka.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense