BREAKING NEWS
 

Rayakan Tahun Baru Tanpa Pesta Kembang Api

Jakarta Berempati Pada Wilayah Terkena Bencana

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 29 Desember 2025 06:25 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina. (Foto: Instagram/waodeherlina29)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meniadakan pesta kembang api dalam acara malam Tahun Baru 2026. Keputusan itu dinilai menunjukkan sikap peduli terhadap daerah yang mengalami bencana alam.

Dukungan itu disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat tepat yang mencerminkan solidaritas nasional di tengah duka akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). 

“Kami di legislatif, mengapresiasi langkah Pak Gubernur. Jakarta sebagai barometer nasional, harus menunjukkan sikap peduli dan tidak berlebihan ketika wilayah lain sedang berduka,” kata Wa Ode, Selasa (23/12/2025). 

Wa Ode menuturkan, larangan tersebut bukan pembatasan perayaan, melainkan pesan moral tentang pentingnya berempati terhadap saudara-saudara yang masih dalam masa pemulihan pasca bencana. 

Baca juga : Villa Mengejar Gelar Juara

Wa Ode berharap, masyarakat dapat memaknai malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih substantif dan bermanfaat. Seperti, doa bersama di rumah atau lingkungan masing-masing. 

“Kami akan mengawal pelaksanaan Surat Edaran Pemprov DKI, agar pihak swasta, khususnya pengelola tempat wisata, hiburan dan hotel, sejalan dengan isi surat itu,” ucapnya. 

Selain mengeluarkan Surat Edaran, Pemprov DKI juga meng gelar acara malam Tahun Baru yang diinisiasinya, di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, tanpa kembang api. 

Adsense

Pemprov DKI menetapkan, Bundaran HI sebagai titik utama perayaan malam pergantian tahun 2025 ke 2026. Keputusan tersebut disampaikan Gubernur DKI Pramono Anung, setelah mengevaluasi jumlah dan lokasi perayaan Tahun Baru di Jakarta. 

Baca juga : Malaysia Open 2026, Indonesia Kirim 10 Wakil Terbaik

“Kami telah memutuskan beberapa hal. Antara lain, lokasi yang sebelumnya disiapkan sebanyak 14 titik, diputuskan menjadi 8 titik,” ujar Pram di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025). 

Pram menambahkan, sejumlah lokasi yang selama ini menjadi ikon perayaan malam Tahun Baru di Jakarta, tidak lagi dijadikan titik utama. Salah satunya kawasan Monumen Nasional (Monas). Langkah ini diambil untuk memusatkan perhatian masyarakat pada lokasi-lokasi tertentu. 

Pram menegaskan, Bundaran HI akan menjadi pusat utama pera yaan, dengan kehadiran jajaran pimpinan Pemerintah Provinsi DKI. Sementara itu, wilayah lain tetap menggelar acara dengan dihadiri kepala daerah setempat. 

“Di Bundaran HI akan hadir Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda. Kemudian, untuk kawasan Kota Tua akan dihadiri Wali Kota Jakarta Barat. Untuk Lapangan Banteng akan dihadiri Wali Kota Jakarta Pusat,” jelas mantan anggota DPR ini. 

Baca juga : Korban Bencana Dikasih 600 Ribu Untuk Ngontrak

Dari sisi hiburan, Pram menjelaskan, band D’Masiv tampil sebagai pengisi acara utama di Bundaran HI. “Kami meminta mereka membawakan lagu ‘Jangan Menyerah’. Lagu tersebut dipilih sebagai pesan pergantian tahun,” ujar Pram. 

Lebih lanjut, Pram memastikan perayaan malam pergantian tahun di Jakarta akan digelar tanpa kembang api. “Untuk di Monas, kami akan mengadakan video mapping, tetapi sama sekali tidak menghadirkan kerumunan,” terangnya. 

Pemprov DKI memilih teknologi video mapping berbasis drone sebagai pengganti atraksi konvensional malam Tahun Baru. “Termasuk di Bundaran HI, karena tidak ada kembang api, akan ada video mapping drone,” katanya. 

Menurut Pram, video mapping drone ini akan mengusung tema khusus sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Jakarta terhadap wilayah lain di Indonesia, khususnya Sumatera yang terkena banjir bandang. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense