Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Setelah Beras, Pemerintah Bidik Swasembada Gula
Minggu, 28 Desember 2025 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah berhasil mencapai swasembada beras, Menteri Pertanian Amran Sulaiman kini membidik swasembada gula. Dia menargetkan, swasembada gula dapat tercapai pada tahun depan.
Amran mengatakan, pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada tahun depan. Langkah tersebut dinilai strategis untuk memperkuat swasembada gula, menekan impor, meningkatkan produktivitas tebu, serta memperkuat kemandirian pangan nasional.
Menurut Amran, saat ini produksi gula nasional telah mencapai 2,68 juta ton.
Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Ada Dosen Terima Gaji Di Bawah UMR
“Dengan demikian, kebutuhan konsumsi nasional gula putih dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri,” katanya di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).
Menurut dia, sesuai Proyeksi Neraca Pangan stok akhir tahun gula konsumsi 2025 diprediksi 1,437 juta ton. Dengan stok akhir tahun tersebut dapat memenuhi hampir 6 bulan lamanya untuk kebutuhan 2026. Kebutuhan gula konsumsi 2026 diperkirakan mencapai 2,836 juta ton.
“Dengan carry over stock dari 2025 sebesar 1,437 juta ton, Indonesia hanya butuh 1,399 juta ton lagi. Dengan target produksi gula konsumsi dalam negeri 2026 sebesar 3 juta ton dapat membuat neraca gula konsumsi surplus,” kata Amran.
Baca juga : Feriansyah: Selama Ini Gaji Mereka Tergantung Kesepakatan
Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan perluasan serta optimalisasi lahan tebu hingga 100 ribu hektare sebagai langkah strategis memperkuat produksi gula nasional. Sekitar 70 persen dari total perluasan lahan tersebut berada di Jawa Timur (Jatim).
Upaya ini dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta dukungan aparat penegak hukum guna memastikan percepatan realisasi di lapangan.
Amran menargetkan Indonesia dapat menghentikan impor gula putih mulai tahun depan. Target tersebut akan dicapai melalui akselerasi pengembangan tebu secara masif, dengan Jatim sebagai wilayah kunci penopang produksi gula nasional.
Baca juga : DPR Ingin Kebut Bahas RUU Pengelolaan Perubahan Iklim
“Kalau Jawa Timur berhasil, nasional insya Allah tahun depan kita tidak akan impor gula putih. Karena lebih dari 50 persen kebun tebu nasional ada di Jawa Timur,” ungkapnya.
Saat ini, Kementan telah menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Hilirisasi Perkebunan bersama Pemerintah Provinsi Jatim, BUMN perkebunan, dan jajaran terkait di Surabaya. “Ini akan kita kerjakan bertahap, mulai sekarang hingga Januari–Maret tahun depan,” kata Amran.
Selain perluasan lahan, Kementan juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana produksi. Khusus untuk wilayah Jatim, pemerintah akan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk minimal 100 unit traktor, dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah guna mempercepat peningkatan produktivitas tebu di tingkat petani.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya