RM.id Rakyat Merdeka - Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta berlangsung lebih sederhana dan reflektif. Tanpa pesta kembang api serta disertai hujan ringan yang sempat turun di sejumlah lokasi.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat timbulan sampah sisa perayaan mencapai 415 meter kubik atau setara 91,41 ton. Angka tersebut menurun signifikan dibandingkan perayaan tahun baru 2025 yang mencapai 132 ton.
Baca juga : Baharkam Polri Kerahkan K-9 Jaga Keamanan Perayaan Tahun Baru di HI
"Ribuan petugas kebersihan kami kerahkan dengan dukungan armada pengangkut sampah agar Jakarta kembali bersih sebelum aktivitas warga dimulai. Mejelang Subuh tuntas semua, Jakarta kembali kinclong,” ujar Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).
Penanganan sampah dilakukan di berbagai titik utama pusat perayaan malam tahun baru, mulai dari kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan Sudirman–MH Thamrin dan sekitarnya, Sarinah, Dukuh Atas, Semanggi, kawasan SCBD dan Bursa Efek Indonesia, Monas dan seluruh Jalan Medan Merdeka, Patung Pemuda Membangun, Lapangan Banteng, hingga kawasan Masjid Istiqlal dan sekitarnya.
Baca juga : Zulhas Pastikan Harga Pangan Stabil Dan Stok Beras Aman Jelang Tahun Baru 2026
Asep menjelaskan, proses pembersihan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sejak malam hingga dini hari. Meski jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) meningkat, hujan ringan yang turun menyebabkan sebagian besar sampah harus dibersihkan secara manual menggunakan sapu dan pengki.
Kondisi basah membuat sampah menempel di permukaan jalan serta menambah berat timbulan karena mengandung air. Menurut Asep, penurunan signifikan jumlah sampah tidak terlepas dari kebijakan pelarangan kembang api, faktor cuaca, serta konsep perayaan tahun baru yang lebih sederhana dan bermakna.
Baca juga : Ini Daftar Puluhan Lokasi Parkir Selama Perayaan Malam Tahun Baru Di Jakarta
Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta sendiri digelar dengan pendekatan reflektif melalui doa bersama sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.