BREAKING NEWS
 

Kampung Anti Curanmor

Gerbang Akses Card Di Gandaria Utara Jadi Tameng Canggih Warga

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Sabtu, 28 Februari 2026 21:10 WIB
Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan IPTU Imam Basori dan warga berinisiatif membangun e-Gate, gerbang pintar berbasis akses card RFID yang hanya bisa dibuka oleh pemilik kartu terdaftar. Foto: Faqih M/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya mencegah maraknya pencurian kendaraan bermotor melahirkan terobosan kreatif di lingkungan RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dipimpin Ketua RT IPTU Imam Basori, warga berinisiatif membangun gerbang pintar berbasis akses card RFID yang hanya bisa dibuka oleh pemilik kartu terdaftar.

“Sistem ini menggantikan pengamanan lama yang sebelumnya hanya menggunakan rantai manual, menjadi lebih modern, tertib, dan aman,” ungkap Imam Basori saat meresmikan gerbang pintar berbasis akses card RFID sembari berbuka bersama lingkungan, Sabtu (28/2/2026).

Inovasi ini diberi nama “e-Gate 11”, simbol penjaga pintar di RT 11. Empat titik akses keluar-masuk lingkungan kini dikendalikan dengan teknologi tersebut, dan tiga di antaranya telah aktif beroperasi.

Baca juga : Sejam Angkut 800 Orang, Jadi Tunggangan Favorit Turis & Warga Lokal

Sejumlah kamera CCTV juga dipasang di sudut-sudut strategis guna memperkuat pengawasan.

Terobosan ini mendapat apresiasi dari Lurah Gandaria Utara, Muhammad Fahri. Ia menilai e-Gate 11 sebagai bentuk inovasi nyata dari masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Adsense

“Saya sangat mengapresiasi langkah RT 11 RW 07. Ini contoh konkret bagaimana warga tidak hanya mengeluh soal Curanmor, tetapi menghadirkan solusi berbasis teknologi. Kehadiran e-Gate 11 mampu mencegah potensi tindak kejahatan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Fahri.

Menurutnya, inovasi tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kepolisian, dan masyarakat dalam menciptakan wilayah yang tertib dan kondusif.

Baca juga : Pemerintah Kebut Pembangunan Huntap di Sumatera Utara dan Tapanuli Selatan

Ia berharap sistem serupa bisa menjadi percontohan bagi lingkungan lain di Gandaria Utara. Dukungan juga datang dari Ketua RW 07, Sudarwo.

Ia menegaskan bahwa e-Gate 11 merupakan hasil gotong royong dan kesadaran kolektif warga.

“Ini bukan hanya soal gerbang otomatis, tetapi tentang komitmen bersama menjaga kampung. Dengan akses terkontrol dan CCTV aktif, potensi kejahatan bisa ditekan. Warga sekarang lebih tenang saat memarkir kendaraan maupun beraktivitas,” tutur Sudarwo.

Inovasi ini lahir dari keresahan warga atas kasus curanmor yang sempat meresahkan, sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi antara masyarakat dan Kepolisian Republik Indonesia dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Baca juga : Amran Ancam Pengusaha Yang Mainkan Harga Sapi

“Gerbang berbasis RFID ini bukan sekadar pengaman, tetapi simbol sinergi dan kepedulian bersama,” pungkas Imam Basori.

Warga pun menyambut positif langkah tersebut. e-Gate 11 kini bukan hanya menjadi sistem keamanan, melainkan identitas baru Kampung Anti Curanmor di Gandaria Utara, modern, kompak, dan siap menjaga lingkungan dari ancaman kejahatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense