Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gaspol Pemulihan Garuda Indonesia
Tekad Danantara Pesawat Grounded Mengudara Lagi
Sabtu, 15 November 2025 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Danantara menegaskan fokus utama penyelamatan Garuda Indonesia, mengembalikan seluruh pesawat yang grounded kembali mengudara. Targetnya, tahun depan sudah tidak ada lagi armada parkir di darat.
Bersamaan dengan itu, Danantara mendorong pembenahan budaya dan kepemimpinan agar Garuda kembali menjadi maskapai kebanggaan negeri.
Hal tersebut disampaikan Managing Director Business 3 Danantara, Febriany Eddy, dalam pertemuan dengan media di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Hadir dalam acara tersebut Managing Director Danantara Rohan Hafas.
Baca juga : Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Hijau
Febriany menjelaskan, dari 21 prioritas kerja Danantara yang telah dibahas bersama DPR, restrukturisasi Garuda Indonesia menjadi agenda yang harus dituntaskan paling cepat. Total dana Rp23,67 triliun digelontorkan melalui dua skema. Sebanyak Rp17,02 triliun sebagai setoran modal tunai dan Rp6,65 triliun dari konversi pinjaman pemegang saham (shareholder loan).
Menurutnya, capital injection bukanlah ujung proses, melainkan awal dari perjalanan panjang penyehatan Garuda. Sebagian besar dana memang dialokasikan untuk perawatan pesawat Garuda dan Citilink yang selama ini banyak grounding. Kondisi itu membuat maskapai terkena double hit. Pertama, tidak memperoleh pendapatan karena pesawat tak terbang. Di saat yang sama Garuda tetap harus membayar biaya sewa pesawat setiap hari.
“Karena itulah, perawatan menjadi tahap pertama yang dikawal ketat” ujarnya.
Baca juga : Anggota DPRD Pilih Walk Out Dari Sidang
Febriany mengatakan, return to service (RTS) menjadi pekerjaan paling mendesak. Puluhan pesawat Garuda dan Citilink masih parkir di darat menunggu perawatan. Kondisi global pasca pandemi membuat dunia kekurangan slot MRO (pemeliharaan, perbaikan dan operasi) dan suku cadang, sehingga proses perawatan harus antre. “Ini pesawat, bukan becak. Ada uang belum tentu ada barang. Setiap hari pesawat tak terbang, bolongnya makin besar,” ujarnya.
Meski begitu, Danantara menargetkan seluruh pesawat grounded bisa kembali mengudara secara bertahap mulai tahun depan.
Ia menepis anggapan Garuda akan langsung untung setelah menerima pendanaan Danantara. Perbaikan pesawat memerlukan waktu dan bergantung pada ketersediaan slot perawatan global. Karena itu, hasil finansial Garuda akan sangat ditentukan oleh kecepatan real time strategy.
Baca juga : Eks Pejabat MA Zarof Ricar Segera Dieksekusi Kejagung
Setelah kembali terbang, Garuda disebut harus jauh lebih disiplin. Industri penerbangan, kata Febriany, merupakan bisnis bermargin tipis. Hanya 2–7 dolar AS per kursi di Asia Pasifik. Karena itu, pemilihan rute harus lebih ketat. Proporsi rute yang menghasilkan profit mesti meningkat signifikan. Negosiasi ulang codeshare, penguatan aliansi, efisiensi biaya, hingga peningkatan porsi pendapatan kargo turut disiapkan sebagai bagian dari transformasi bisnis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya