Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jajal Kereta Gantung Paling Curam Di Dunia
Sejam Angkut 800 Orang, Jadi Tunggangan Favorit Turis & Warga Lokal
Jumat, 13 Februari 2026 15:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keberadaan cable car (kereta gantung) sangat vital bagi warga yang tinggal di kawasan Desa Grindelwald dan Desa Murren, Pegunungan Schilthorn, Swiss. Baik bagi warga yang tinggal di lereng maupun puncak gunung. Selain merupakan transportasi andalan warga lokal, kereta gantung ini juga menjadi tunggangan favorit para turis yang ingin berpetualang atau menikmati keindahan alam di Pegunungan Schilthorn.
Kereta gantung yang mengangkut turis di Pengunungan Schilthorn Swiss. (Foto: Kartika Sari/Rakyat Merdeka/RM.id)
Para peserta Media Trip bertajuk “Beginner’s Guide to Winter” yang diselenggarakan Switzerland Tourism -Indonesia, juga diajak menjajal kereta gantung paling curam di dunia (the world's steepest cable car) dengan kemiringan maksimum 159,4 persen. Kami mencoba kereta gantung ini beberapa kali, yaitu pada siang hari dan malam hari.
Rakyat Merdeka bersama Jurnalis Kompas dan GQ Thailand berfoto di atas kereta gantung di Grindelwald, Swiss. (Foto: Kartika Sari/Rakyat Merdeka/RM.id)
Baca juga : Jembatan Gantung Garuda Berdiri Kokoh Di Pidie Jaya, Jadi Akses Utama Warga
Ditemani tour leader dari Switzerland Tourism-Indonesia Ferani Heng dan tour guide lokal Hans Heimann, kami mencoba kereta gantung terbaru ini. Kereta gantung ini mulai beroperasi pada Desember 2024.
Menurut Heimann, kereta gantung ini menghubungkan Desa Stechelberg ke Desa Mürren di Pegunungan Schilthorn, menanjak sejauh 775 meter dalam waktu kurang dari empat menit.
Tour guide Hans Heimann. (Foto: Kartika Sari/Rakyat Merdeka/RM.id)
Baca juga : Yanu Endar Prasetyo: Jangan Politisasi Data Kemiskinan
“Kapasitas cable car paling curam di dunia ini, mampu menampung sekitar 100 orang atau 400 orang dalam sejam. Namun, seiring meningkatnya kapasitas perjalanan, yaitu setiap 10-15 menit sekali, kereta gantung ini bisa mengangkut hingga 800 orang dalam sejam,” jelas Heimann, Kamis, 29 Januari 2026.
Heimann menjelaskan, kereta gantung ini tidak hanya mengangkut turis yang ingin menikmati indahnya alam pegunungan, atau mereka yang ingin bermain ski, sledding, snowboarding atau snow thrill. Tapi juga mengangkut warga setempat untuk berangkat kerja, belanja kebutuhan sehari-hari ke supermarket dan mengantar anak-anak ke sekolah. Beberapa warga setempat menyebutnya gondola.
“Gondola ini jadi moda transportasi andalan untuk aktivitas warga sehari-hari. Baik yang tinggal di lereng pegunungan maupun di puncak pegunungan,” ujar Heimann.
Melihat pemandangan dari balik jendela kereta gantung, tampak hamparan pegunungan dan pedesaan yang diselimuti salju. Pemandangan yang sangat indah dan serasa sedang berada di negeri dongeng (fairytale land). Saat cable car menukik turun menyeberangi lembah, jantung kami lumayan deg-degan, meski melaju pelan.
Kereta gantung paling curam di dunia, yang mengangkut warga lokal dan turis dari Pegunungan Schiltorn ke Stechelberg,Swiss. (Foto: Kartika Sari/Rakyat Merdeka/RM.id)
Baca juga : Cegah Rob, Jakarta Bangun Tanggul Laut Di Muara Karang, Cilincing Dan Muara Baru
Pagi itu, kereta gantung yang kami tumpangi, mengangkut banyak turis yang membawa perlengkapan ski atau sledding. Kami sibuk mengabadikan keindahan pemandangan yang dilalui kereta gantung dari balik kaca.
Selain di Desa Murren, kami juga beberapa kali mencoba cable carberbeda saat berada di Desa Grindelwald, Pegunungan Schilthorn. Dengan kehadiran kereta gantung terbaru ini, perekonomian warga di pedesaan dan pegunungan pun semakin berdenyut dan berkembang pesat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya