RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengungkap penyebab terjadinya penumpukan sampah. Permasalahan ini dipicu oleh tidak berfungsinya Zona 4A di TPST Bantar Gebang akibat longsor yang terjadi sebelumnya.
“Sekali lagi hal yang berkaitan dengan sampah, dampak dari kurang lebih 10-12 hari apa Bantargebang zona 4A tidak bisa digunakan, memang menyebabkan dampak kemudian ada penimbunan di berbagai tempat sampah-sampah yang ada,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir kondisi penumpukan sempat terlihat signifikan di sejumlah titik, termasuk di wilayah Kramat Jati. Namun, saat ini proses pengangkutan sampah mulai kembali berjalan secara bertahap.
“Tapi dari 3-4 hari ini termasuk tadi malam sampai dengan tengah malam termasuk yang di Kramat Jati yang menumpuk cukup besar, sekarang ini sudah mulai diangkutin kembali ke Bantargebang,” jelasnya.
Baca juga : Pramono Setujui Pembangunan PLTSa Di Bantargebang dan Tunjungan
Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa akar persoalan berasal dari insiden longsor yang membuat Zona 4A tidak dapat digunakan sementara waktu.
“Memang problem ini adalah dampak akibat zona 4A di Bantargebang yang pada waktu itu longsor. Sehingga dengan demikian itulah problemnya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pramono menyebut bukan hanya Kramat Jati yang terdampak. Sejumlah wilayah lain di Jakarta juga mengalami penumpukan sampah karena alur pembuangan terganggu selama proses pemulihan di Bantargebang.
"Beberapa tumpukan bukan hanya di Kramat Jati, di beberapa tempat juga terjadi," jelasnya.
Baca juga : Peraih 3 Emas APG, Siti Alfiah Prioritaskan Bonus Buat Orang Tua
"Saya setuju dengan Pak Menko. Bantar Gebang ini sudah terlalu lama bebannya terlalu berat. Di sana sudah ada sampah 55 juta ton," ujar Pramono.
Seperti diketahui, gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, membuat tembok pembatas yang memisahkan gunungan sampah dengan kali dan permukiman warga jebol. Sampah lalu meluber ke sekitarnya.
Fenomena sampah menumpuk di sejumlah titik di Jakarta kembali terjadi usai Lebaran. Biasanya, kondisi ini dipicu liburnya petugas pengangkut sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengakui adanya penumpukan di sejumlah titik dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Baca juga : Prabowo Ucapkan Selamat Idul Fitri, Ajak Warga Saling Bantu Dan Jaga Persatuan
“Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Asep, Kamis (2/4/2026).
Dia menjelaskan, Dinas LH kini menerapkan sistem pengangkutan tiga shift per hari untuk mengurai antrean truk dan memperlancar distribusi sampah ke TPST Bantargebang. Dengan sistem tersebut, waktu tunggu truk dijaga tidak lebih dari tiga jam, sekaligus memastikan keselamatan para pengemudi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.