RM.id Rakyat Merdeka - Fenomena sampah menumpuk di sejumlah titik di Jakarta seusai libur Lebaran, kembali terjadi. Kinerja Dinas Kebersihan perlu dievaluasi agar masalah tersebut tidak terulang lagi tahun depan.
Kondisi ini dipicu liburnya petugas pengangkut sampah. Namun, meski libur Lebaran telah usai, sampah di banyak titik tak kunjung diangkut hingga saat ini.
Kondisi ini menuai keluhan masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pembaca koran Rakyat Merdeka menyampaikan aduannya melalui rubrik WA Aje .
Salah satunya, pembaca dengan nomor WA 081226918XXX. Dia mengeluhkan tumpukan sampah di trotoar kawasan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, yang belum diangkut sejak Malam Takbiran hingga setelah libur Lebaran 2026.
Baca juga : Real Madrid Vs Bayern Munchen, Mimpi Buruk Die Roten
“Kondisi ini sangat mengganggu, menimbulkan bau tidak sedap, serta merusak kebersihan lingkungan. Kami berharap, ada evaluasi terhadap kinerja petugas kebersihan, terutama saat momen hari besar seperti Lebaran,” pintanya.
Keluhan serupa juga disampaikan masyarakat melalui media sosial (medsos), seperti akun Instagram @bluefans777.
Akun ini menyoroti gunungan sampah di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, yang dibiarkan menumpuk di pinggir jalan dan menimbulkan bau menyengat.
Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan sebelumnya. Pasukan oranye dulu, lebih sigap tanpa harus menunggu laporan warga.
Baca juga : Perebutan Takhta Tenis Dunia, Sinner Fokus Trofi
“Kalau sampah dibiarkan, bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga berpotensi memperparah banjir karena saluran air tersumbat,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Asep Kuswanto pun mengakui, ada penumpukan sampah di sejumlah titik. “Dinas LH akan bergerak cepat menangani penumpukan sampah setelah Lebaran,” katanya, Kamis (2/4/2026).
Menurut Asep, kondisi ini juga dipicu insiden longsor di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, yang berdampak pada operasional pengangkutan.
“Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Asep.
Baca juga : China-Rusia Turun Gunung Redakan Perang Di Timteng
Seperti diketahui, peristiwa longsor gunung sampah itu menimbulkan tujuh korban jiwa. Setelah itu, Pemprov DKI membutuhkan waktu melakukan penataan kembali TPST Bantargebang.
Rakyat Merdeka juga menerima informasi serupa, dari anggota WhatsApp (WA) grup warga sebuah Rukun Tetangga (RT) di wilayah Tanah Kusir II, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Informasi dari anggota grup WA warga itu, intinya mirip dengan apa yang disampaikan Kepala Dinas LH DKI Asep Kuswanto. Bahwa, keterlambatan pengangkutan sampah juga merupakan imbas dari longsor gunung sampah di TPST Bantargebang.
Menurut Asep, Dinas LH ki ni menerapkan sistem pengangkutan tiga shift per hari untuk mengurai antrean truk dan memperlancar distribusi sampah ke TPST Bantargebang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.