Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Keracunan MBG Kembali Terjadi
Nggak Ada Ampun, BGN Suspend SPPG
Senin, 6 April 2026 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menangguhkan operasional (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Jakarta Timur, buntut kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Puluhan siswa dari sejumlah sekolah dilaporkan tumbang usai menyantap makanan dari dapur SPPG Pondok Kelapa 2, Kamis (2/4/2026). Sedikitnya 72 siswa mengalami gejala mual, muntah, diare, hingga demam, tak lama setelah mengonsumsi menu MBG.
Para korban berasal dari empat sekolah, yakni SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09. Usai kejadian, para siswa langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RSKD Duren Sawit, RS Islam Pondok Kopi, dan RS Harum.
BGN merespons cepat kasus keracunan MBG tersebut. “SPPG kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas,” tegas Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dikutip Minggu (5/4/2026).
Menurut Nanik, langkah ini bukan sekadar reaksi sesaat, melainkan bagian dari penegakan standar dalam program strategis nasional tersebut. Keputusan diambil setelah temuan awal menunjukkan adanya persoalan pada standar dapur, mulai dari kondisi fasilitas, tata kelola, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dinilai belum memenuhi syarat keamanan pangan.
“Kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” tegas Nanik.
Baca juga : Nurzaman: Aturan Ini Memberatkan Para Pelaku Usaha
Menurut dia, kondisi para siswa kini berangsur membaik. Sebagian besar sudah dalam keadaan stabil, bahkan beberapa telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.
Meski begitu, kata dia, pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan pemulihan berjalan optimal. BGN juga memastikan tidak lepas tangan. Seluruh biaya pengobatan korban ditanggung penuh, sekaligus disiapkan kompensasi bagi siswa terdampak sebagai bentuk tanggung jawab negara.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” kata Nanik.
Baca juga : Herman Khaeron: Pembatasan Ini Agar Masyarakat Tak Boros
Dari hasil penelusuran awal, insiden ini diduga dipicu oleh makanan yang dikonsumsi dalam kondisi tidak segar. Hal itu berkaitan dengan jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan distribusi. Akibatnya, kualitas menu yang terdiri dari spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta stroberi diduga menurun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya