Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dukung Gencatan Senjata Di Selat Hormuz
China-Rusia Turun Gunung Redakan Perang Di Timteng
Selasa, 7 April 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - China dan Rusia bersedia turun tangan melalui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah (Timteng).
Hal tersebut ditegaskan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi kepada Menlu Rusia Sergei Lavrov dalam percakapan telepon, Minggu (5/4/2026).
Wang mengatakan, untuk mengembalikan jalur Selat Hormuz ke kondisi normal, diperlukan gencatan senjata sesegera mungkin.
Baca juga : Jennifer Coppen, Berharap Hubner Sayang Anaknya
"China siap mendukung penyelesaian politik atas perselisihan lewat dialog dan negosiasi yang adil," kata Wang dikutip Reuters, Senin (6/4/2026).
Percakapan kedua Menlu itu berlangsung menjelang pemungutan suara DK PBB pekan depan atas rancangan resolusi Bahrain untuk melindungi pelayaran komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz.
Moskow dan Beijing berupaya menenangkan konflik yang dimulai dari serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
Baca juga : Prabowo Kecam Serangan Terhadap 3 TNI di Lebanon
Perang yang sudah memasuki bulan kedua ini menghentikan hampir seluruh distribusi minyak mentah dunia. Pasalnya, 20 persen pasokan minyak mentah dunia melewati Selat Hormuz.
Jalur yang lebarnya berkisar 33-95 kilometer itu ditutup Iran sebagai balasan serangan AS-Israel. Alhasil, banyak negara yang harus putar otak untuk mengatasi keterbatasan pasokan minyak. Harga bahan bakar hingga barang kebutuhan harian pun perlahan naik.
"Sebagai anggota tetap DK PBB, China dan Rusia harus melakukan pendekatan objektif dan seimbang, serta berupaya untuk mendapatkan pemahaman dan dukungan yang lebih besar dari komunitas internasional," ujar Wang dikutip dari keterangan resmi yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Senin (6/4/2026).
Baca juga : Di Tengah Tekanan Global, Sektor Manufaktur Kita Tetap Ekspansif
Kemlu Rusia mengatakan, Lavrov dan Wang membahas cara-cara untuk mencapai gencatan senjata yang cepat dan meluncurkan dialog politik-diplomatik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya