Dark/Light Mode

Dukung Gencatan Senjata Di Selat Hormuz

China-Rusia Turun Gunung Redakan Perang Di Timteng

Selasa, 7 April 2026 06:10 WIB
Menlu Sergey Lavrov (kiri) berbincang dengan Menlu Wang Yi di Beijing, China, pada 8 April 2024. Foto:  RUSSIAN FOREIGN MINISTRY
Menlu Sergey Lavrov (kiri) berbincang dengan Menlu Wang Yi di Beijing, China, pada 8 April 2024. Foto: RUSSIAN FOREIGN MINISTRY

RM.id  Rakyat Merdeka - China dan Rusia bersedia turun tangan melalui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah (Timteng).

Hal tersebut ditegaskan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi kepada Menlu Rusia Sergei Lavrov dalam percakapan telepon, Minggu (5/4/2026).

Wang mengatakan, untuk mengembalikan jalur Selat Hormuz ke kondisi normal, diperlukan gencatan senjata sesegera mungkin.

Baca juga : Jennifer Coppen, Berharap Hubner Sayang Anaknya

"China siap mendukung penyelesaian politik atas perselisihan lewat dialog dan negosiasi yang adil," kata Wang dikutip Reuters, Senin (6/4/2026).

Percakapan kedua Menlu itu berlangsung menjelang pemungutan suara DK PBB pekan depan atas rancangan resolusi Bahrain untuk melindungi pelayaran komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz.

Moskow dan Beijing berupaya menenangkan konflik yang dimulai dari serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

Baca juga : Prabowo Kecam Serangan Terhadap 3 TNI di Lebanon

Perang yang sudah memasuki bulan kedua ini menghentikan hampir seluruh distribusi minyak mentah dunia. Pasalnya, 20 persen pasokan minyak mentah dunia melewati Selat Hormuz.

Jalur yang lebarnya berkisar 33-95 kilometer itu ditutup Iran sebagai balasan serangan AS-Israel. Alhasil, banyak negara yang harus putar otak untuk mengatasi keterbatasan pasokan minyak. Harga bahan bakar hingga barang kebutuhan harian pun perlahan naik.

"Sebagai anggota tetap DK PBB, China dan Rusia harus melakukan pendekatan objektif dan seimbang, serta berupaya untuk mendapatkan pemahaman dan dukungan yang lebih besar dari komunitas internasional," ujar Wang dikutip dari keterangan resmi yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Senin (6/4/2026).

Baca juga : Di Tengah Tekanan Global, Sektor Manufaktur Kita Tetap Ekspansif

Kemlu Rusia mengatakan, Lavrov dan Wang membahas cara-cara untuk mencapai gencatan senjata yang cepat dan meluncurkan dialog politik-diplomatik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.