BREAKING NEWS
 

ASN Ganti Pelat Mobil Dinas Dengan Nomor Pribadi

Biar Ada Efek Jera, Sanksi Tegas Pelaku

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Sabtu, 11 April 2026 06:25 WIB
Tangkapan layar video viral, oknum ASN Pemprov DKI Jakarta merubah plat kendaraan dinas ke pribadi di kawasan Puncak, Jawa Barat. (Foto: TikTok/dulyanidul)

 Sebelumnya 
Menurut Faisal, BPAD telah melakukan penelusuran internal dan berkoordinasi dengan Inspektorat DKI untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Kami pastikan, proses pemeriksaan berjalan sesuai aturan,” klaimnya. 

Faisal menambahkan, kasus ini menjadi bahan evaluasi untuk memperketat pengawasan aset daerah, agar tidak kembali disalahgunakan. “Kami akan memperkuat pengawasan dan memastikan seluruh pegawai lebih disiplin dan bertanggung jawab,” ucapnya. 

BPAD DKI juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar Faisal. 

Usut Tuntas Kasus Foto AI 

Baca juga : Arsenal Vs Bournemouth, Andalkan Kandang

Persoalan lain yang kini tengah dihadapi Pemprov DKI adalah, dugaan penggunaan foto rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menangani aduan warga mengenai parkir liar. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Inspektorat DKI untuk mengusut tuntas, siapa yang bertanggung jawab atas foto AI di aplikasi pengaduan warga milik Pemprov DKI, Jakarta Kini (JAKI). 

Foto tersebut sempat viral di media sosial, karena menampilkan penanganan keluhan warga terkait parkir liar di wilayah Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur. 

Baca juga : Rachel Vennya, Berebut Rumah Dengan Eks Suami

Dalam foto yang diduga rekayasa AI itu, tampak petugas DKI berbaju dinas oranye, sudah berada di lokasi parkir yang dilaporkan liar itu. 

Menurut Pram, Inspektorat DKI sedang melakukan pendalaman kepada Lurah Kalisari, Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU)-nya, dan Suku Dinas (Sudin) terkait. “Siapa yang melakukan, akan ketahuan,” kata Pram di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026). 

Tapi, Pram menambahkan, petugas PPSU tidak serta-merta dapat disalahkan dalam kasus ini. Pram meyakini, manipulasi berbasis AI ini, bukan dilakukan petugas lapangan tersebut. 

Baca juga : Gianpiero Lambiase Digaet McLaren, Red Bull Kehilangan Otak Strategi Balap

“Petugas PPSU-nya pasti bukan orang yang melakukan manipulasi ini. Yang saya minta didalami, dicari, siapa yang melakukan AI-nya. Kemudian, siapa yang meng-upload-nya,” kata Pramono. 

Pram menegaskan, proses investigasi harus berjalan hingga tuntas. Hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik, khususnya pada platform digital milik Pemprov DKI. 

“Walaupun Ibu Lurah-nya sudah minta maaf, saya tetap minta Inspektorat mendalami hal itu,” tegas mantan Sekretaris Kabinet ini. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense