Dark/Light Mode

AS & Iran Sama-sama Siap Tempur Lagi

Baru Dua Hari, Gencatan Senjata Terancam Gagal

Jumat, 10 April 2026 07:50 WIB
Ilustrasi, perang Amerika dan Iran. (Foto: Dibuat oleh AI/Gemini)
Ilustrasi, perang Amerika dan Iran. (Foto: Dibuat oleh AI/Gemini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Genjatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terancam gagal. Baru berjalan dua hari, AS dan Iran saling tebar ancaman. Kedua negara saling siagakan pasukan dan siap tempur lagi. 

Padahal, gencatan senjata baru saja dimulai Selasa (7/4/2026) malam. Dalam kesepakatan yang dibuat di Pakistan, gencatan senjata akan berlangsung selama dua pekan. 

Namun, baru seumur jagung berjalan, potensi perang lagi makin terbuka. Apalagi, pasukan militer AS hingga kini masih tetap bertahan di kawasan Teluk.

Tidak ada perintah buat militer AS kembali ke negaranya. Presiden AS Donald Trump membenarkan, pasukan militernya akan tetap bertahan di posisi semula. Termasuk perlengkapan tempur milik AS, akan tetap siaga di posisi sebelumnya. 

Baca juga : OMG, Selat Hormuz Kembali Ditutup

“Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS akan tetap di tempatnya sampai kesepakatan benar-benar dipatuhi,” tulis Trump di Truth Social, dikutip AFP, Kamis (9/4/2026). 

Trump memang yakin kesepakatan tak akan gagal. Namun, dia tetap menyiapkan skenario terburuk. Jika dilanggar, serangan lebih besar siap diluncurkan. 

“Militer kita sedang beristirahat, tapi siap untuk penaklukan berikutnya,” sesumbar Trump. 

Nada serupa datang dari militer AS. Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menegaskan, gencatan senjata bukan akhir perang. “Gencatan senjata adalah jeda. Pasukan tetap siap melanjutkan operasi tempur kapan saja,” tegasnya di Pentagon. 

Baca juga : Fadli Zon: Pemimpin Harus Memikirkan Harga Yang Terjangkau

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga memastikan pasukan tetap siaga penuh. Bahkan, rencana serangan ke sejumlah target strategis Iran sudah disiapkan. 

“Pasukan siap bertahan, siap menyerang, siap bergerak kapan saja,” katanya. 

Bagaimana dengan Iran? Di kubu seberang, Iran tak kalah galak. Dewan Keamanan Tertinggi Iran mengklaim negaranya sedang berada di atas angin. Kapan pun, pasukan Iran siap bertempur lagi. 

“Tangan kami berada di pelatuk. Kesalahan kecil saja, kami balas penuh,” tulis pernyataan resmi. 

Baca juga : Nurul Fata: Masukan Itu Sangat Positif Dan Konstruktif

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memang sudah menginstruksikan penghentian serangan. Namun, ia mengingatkan perang belum selesai. 

“Ini bukan akhir dari perang,” ujarnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.