Dark/Light Mode

Efek Israel Masih Bombardir Lebanon

OMG, Selat Hormuz Kembali Ditutup

Jumat, 10 April 2026 07:40 WIB
Asap mengepul dari bangunan akibat serangan Israel di kawasan Abbasiyeh, Tyre, Lebanon, Rabu (8/4/2026). (Foto: Reuters/Adnan Abidi)
Asap mengepul dari bangunan akibat serangan Israel di kawasan Abbasiyeh, Tyre, Lebanon, Rabu (8/4/2026). (Foto: Reuters/Adnan Abidi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi Israel yang masih memborbardir Lebanon, bikin Iran geram. Efeknya, Iran kembali tutup Selat Hormuz dari lalu lintas kapal, Oh My God (OMG). Penutupan itu langsung bikin harga minyak dunia meroket lagi.

Serangan Israel ke wilayah selatan Lebanon terjadi tepat saat gencatan senjata Amerika Serikat (AS)-Iran mulai berlaku, Rabu (8/4/2026).

Ledakan demi ledakan mengguncang sejumlah kota penting, termasuk Ibu Kota Beirut, Tyre, dan Sidon. 

Pemandangan mencekam tak terhindarkan. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit. Sirene ambulans meraung tanpa henti, mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan. 

Pemerintah Lebanon melaporkan, sedikitnya 182 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat gempuran tersebut. Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam, langsung menetapkan hari berkabung nasional. 

Baca juga : Fadli Zon: Pemimpin Harus Memikirkan Harga Yang Terjangkau

“Hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka akibat serangan Israel terhadap warga sipil tak bersalah,” tegasnya. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdalih, serangannya ke Lebanon tak masuk dalam poin kesekapatan gencatan senjata antara AS-Iran. “Kita masih punya target. Akan kita capai, lewat kesepakatan atau pertempuran,” tegas Netanyahu. 

Ia memastikan operasi militer terhadap Hizbullah akan terus berlanjut. “Kami menyerang dengan kekuatan penuh. Hari ini, kami hantam seratus target dalam 10 menit,” klaimnya. 

Presiden AS Donald Trump juga mengamini. Serangan Israel ke Hizbullah disebutnya tidak melanggar kesepakatan. “Itu tidak termasuk dalam kesepakatan,” ujarnya. 

Aksi Israel ini langsung dibalas Iran dengan langkah strategis. Otoritas Teheran resmi menutup kembali Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. 

Baca juga : Nurul Fata: Masukan Itu Sangat Positif Dan Konstruktif

Penutupan dilaporkan media pemerintah Iran, Fars, pada Rabu (8/4/2026). Dampaknya langsung terasa. Harga minyak dunia melonjak tajam. 

Minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) kembali merangkak ke kisaran 97 dolar AS per barel, setelah sebelumnya sempat anjlok. Data Reuters mencatat, Brent naik 2,74 persen ke 97,35 dolar AS per barel. Sementara WTI naik 3,2 persen ke 97,43 dolar AS per barel. 

Sejak baru dibuka, baru dua kapal tanker yang berhasil melintas Selat Hormuz. Yakni kapal Yunani NJ Earth dan kapal berbendera Liberia Daytona Beach. 

Iran juga memberikan izin terbatas bagi enam negara Asia untuk melintas. Yakni Filipina, Pakistan, India, China, Jepang, dan Malaysia. 

Namun, peringatan keras tetap dilayangkan. Angkatan Laut Iran mengancam akan menghancurkan kapal yang nekat melintas tanpa izin. “Semua kapal yang melanggar akan menjadi target,” bunyi peringatan yang dikeluarkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. 

Baca juga : Please, Harga Tiket Pesawat Jangan Naik Terlalu Tinggi

Tak hanya itu, Iran juga memperingatkan adanya ranjau laut di jalur perairan tersebut. Kapal-kapal diminta mencari rute alternatif demi keselamatan. 

“Mereka harus mengambil rute alternatif untuk lalu lintas di Selat Hormuz,” tulis peringatan tersebut disertai instruksi rute masuk dan keluar alternatif melalui Selat Hormuz. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.