RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi akhirnya membeberkan kronologi kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Dari musibah itu, masyarakat diminta agar mematuhi rambu-rambu perlintasan kereta.
Kereta adalah moda transportasi yang digunakan oleh banyak warga Megapolitan (Jakarta dan sekitarnya).
Karena itu, kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat (27/4/2026), menjadi perhatian luas warga Megapolitan. Termasuk, bagaimana kronologi resmi kecelakaan kereta ini versi Pemerintah, yang bisa menjadi hikmah, agar tidak ada lagi tragedi serupa.
Sekitar tiga pekan setelah tragedi yang menewaskan 16 orang itu, Menhub Dudy Purwagandhi akhirnya menjelaskan kronologi kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Baca juga : Inggris, Tanpa Pemain Liverpool
Dudy menjelaskan, KRL (Commuter Line) 5568A rute Jakarta-Cikarang tiba di Stasiun Bekasi pada pukul 20.34 Waktu Indonesia Barat (WIB). Kereta ini tercatat datang lebih cepat satu menit dari jadwal.
Tak lama berselang, Kereta Api (KA) 116B Sawunggalih tiba di Stasiun Bekasi, pukul 20.35 WIB, dengan keterlambatan lima menit dari jadwal. Kereta ini kemudian berhenti sejenak untuk menaikkan penumpang, sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
KA Sawunggalih diberangkatkan pada pukul 20.37 dari Stasiun Bekasi. Sawunggalih melintas di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39. Namun, di tengah perjalanan, terjadi gangguan ketika sebuah taksi mogok di tengah sebuah perlintasan sebidang.
Situasi semakin rumit ketika KRL 5181B rute Cikarang-Jakarta (dari arah sebaliknya) melintas pada pukul 20.48 WIB, dan mengalami temperan dengan taksi yang mogok itu.
Baca juga : Tenis, Navarro Sang Raja Tanah Liat
Peristiwa ini menarik perhatian warga. “Timbul kerumunan, warga melihat lokasi kecelakaan atau temperan tersebut,” ujar Dudy di Kompleks Parlemen, Jakarta, seusai rapat dengan DPR, Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, KRL 5568A Jakarta-Cikarang yang sempat mengalami keterlambatan delapan menit, kembali melanjutkan perjalanan dari Stasiun Bekasi pada pukul 20.45 WIB. Empat menit kemudian, tepatnya pukul 20.49 WIB, KRL ini tiba di Stasiun Bekasi Timur.
Setelah menaikkan dan menurunkan penumpang di Stasiun Bekasi Timur, KRL 5568 A sempat berjalan kembali. Namun, akhirnya berhenti akibat banyak warga yang berkumpul di sekitar rel untuk melihat kejadian sebelumnya.
Selanjutnya, KA Argo Bromo Anggrek melintas dari arah belakang KRL 5568A pada pukul 20.51 WIB. Kereta jarak jauh tersebut, melaju dengan kecepatan 108 kilometer per jam.
Baca juga : Warga AS Mulai Ngirit, Stop Layanan Streaming Dan Gym
KA Argo Bromo Anggrek akhirnya menabrak bagian belakang KRL 5568A pada pukul 20.52 WIB. Sebanyak 16 penumpang KRL ini wafat. Demikian keterangan Menhub Dudy Purwagandhi.
Dari tragedi ini, Menhub Dudy Purwagandhi meminta kesadaran masyarakat bahwa kereta tidak bisa berhenti tiba-tiba. “Karena itu, masyarakat harus mematuhi rambu-rambu di perlintasan kereta,” ingatnya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.