Dark/Light Mode

Kerajaan Saudi Abadikan Nama Imam Tunanetra Asal Sinjai

Minggu, 24 Mei 2026 07:30 WIB
Saifuddin HM Abd Muin Saideng. (Foto: MCH 2026)
Saifuddin HM Abd Muin Saideng. (Foto: MCH 2026)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Media Center Haji, Makkah

Tangis haru menyelimuti lobi hotel jemaah Indonesia di kawasan Jarwal, Makkah, ketika Saifuddin HM Abd Muin Saideng mendengar kabar yang tak pernah dia bayangkan sepanjang hidupnya. Imam tunanetra asal Pulau Kambuno, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, itu disebut akan mendapat penghormatan berupa pembangunan masjid atas namanya di Arab Saudi. 

Pria berusia 56 tahun yang akrab disapa Baso Tang itu tak mampu membendung air mata saat mendengar rencana tersebut. Suaranya bergetar ketika menceritakan kembali momen yang membuatnya begitu tersentuh. 

“Setiap ingat itu saya selalu menangis,” katanya lirih. 

Menurut pengakuannya, rasa haru itu terus datang hampir setiap selesai salat wajib maupun ketika dia menunaikan salat tahajud di Tanah Suci. Baginya, penghormatan itu terasa begitu besar untuk seseorang yang selama ini menjalani hidup sederhana sebagai imam masjid di kampung kecil di pesisir Sulawesi Selatan.

Baso Tang berangkat ke Tanah Suci sebagai jemaah reguler dalam Kloter UPG 17. Dia menunaikan ibadah haji bersama saudara kandung dan iparnya, sama seperti ribuan jemaah Indonesia lainnya yang datang dengan harapan menyempurnakan rukun Islam kelima. 

Baca juga : Timboel Siregar: Saya Setuju, Karena Mahasiswa Rentan Sakit

Namun perjalanan hajinya berubah menjadi kisah yang tak biasa setelah sebuah pertemuan tak terduga terjadi di lobi hotel tempat rombongan menginap. 

Cerita itu diungkapkan pembimbing ibadah sekaligus TPIH Kloter UPG 17, Faried Wajdi, yang juga menjabat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai. 

Faried menuturkan, peristiwa itu bermula seusai salat Isya. Saat itu dia bersama sejumlah jemaah sedang duduk di lobi hotel sambil menunggu lift menuju kamar masing-masing. 

Di sudut lobi, tampak beberapa pria Arab memperhatikan rombongan jemaah Indonesia. Tak lama kemudian, salah seorang dari mereka menanyakan apakah ada jemaah yang mampu berbahasa Arab. 

“Teman-teman langsung menunjuk saya karena tahu saya pernah kuliah di Kairo,” ujar Faried sambil tersenyum. 

Meski mengaku kemampuan bahasa Arabnya sudah tidak terlalu lancar karena lama meninggalkan Mesir, Faried tetap mencoba membantu percakapan tersebut. 

Baca juga : Timwas Usul Asuransi Haji Dibuat Seperti Dana Taktis

Dalam pembicaraan itu, rombongan Arab memperkenalkan diri sebagai bagian dari unsur kerajaan Arab Saudi. Mereka mengaku sedang mencari jemaah tertua laki-laki dan perempuan di hotel tersebut untuk diberikan penghormatan dan hadiah penyambutan. 

Beberapa nama jemaah lanjut usia kemudian dipanggil. Namun di tengah proses itu, Baso Tang baru saja memasuki lobi hotel. Faried pun spontan memperkenalkannya kepada rombongan tersebut. 

“Saya bilang kepada mereka, beliau ini tunanetra dan imam masjid,” katanya. 

Keterangan itu langsung menarik perhatian rombongan Arab tersebut. Mereka kemudian meminta Baso Tang mendekat dan memintanya membaca ayat suci Al-Qur’an. 

Di tengah suasana lobi yang mulai ramai oleh jemaah, Baso Tang dengan tenang melantunkan Surah Al-Ashr. Suaranya terdengar lembut dan penuh penghayatan hingga membuat suasana mendadak hening. 

Faried mengatakan rombongan Arab tampak sangat tersentuh setelah mengetahui Baso Tang telah puluhan tahun menjadi imam masjid meski hidup dalam kondisi tunanetra total. 

Baca juga : Wapres Ingin Warga Pesisir Ikut Sejahtera

Tak lama setelah itu, mereka menyampaikan niat yang membuat seluruh rombongan jemaah Indonesia terdiam. Mereka ingin membangun sebuah masjid wakaf yang akan menggunakan nama Saifuddin atau Baso Tang. 

Rencana pembangunan masjid tersebut disebut sebagai bentuk penghormatan kepada Baso Tang sekaligus simbol penghargaan bagi jemaah Indonesia. 

Meski lokasi masjid belum diumumkan secara resmi, dalam pembicaraan awal disebutkan pembangunan kemungkinan dilakukan di Madinah. 

Faried menambahkan, rombongan Arab itu juga menyampaikan akan kembali menemui mereka sebelum seluruh jemaah pulang ke Indonesia. 

Pada malam yang sama, Baso Tang menerima hadiah berupa sejadah bersama sejumlah jemaah lain yang terpilih. Namun bagi dirinya, penghormatan terbesar bukan terletak pada hadiah tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.