BREAKING NEWS
 

Pemprov DKI Tawarkan 304 Korban Kebakaran Kemayoran Pindah Ke Rusun

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Selasa, 2 Juni 2026 16:10 WIB
Warga melihat rumahnya yang hangus terbakar. (Foto: Berita Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebakaran besar yang melanda permukiman warga di Jalan Kemayoran Gempol, RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin malam (1/6/2026), menghanguskan sedikitnya 304 rumah. 

Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke posko darurat yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, kebakaran berdampak pada 354 kepala keluarga (KK) dengan total sekitar 674 hingga 679 jiwa terdampak. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau langsung lokasi kebakaran dan posko pengungsian pada Selasa (2/6/2026). Dalam kunjungannya, ia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga Kebon Kosong.

"Pemprov DKI prihatin dengan kejadian ini, dan sekali lagi yang bisa kita lakukan adalah mengulangi, me-warning kepada masyarakat, yang harus pertama kali dijaga adalah listrik," kata Rano Karno di lokasi, Selasa (2/6/2026)  

Korsleting Listrik

Dalam kesempatan tersebut, Rano mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil analisis Pemprov DKI Jakarta, sebagian besar kasus kebakaran di ibu kota dipicu oleh masalah kelistrikan atau korsleting listrik.

"Karena di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Itu berdasarkan survei kita hampir 95 persen. Nah, jadi ini menjadi perhatian kita," ujarnya.

Baca juga : PLN EPI Salurkan Daging Kurban ke Wilayah 3T

Meski demikian, Rano menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran di Kemayoran masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Menurutnya, setiap kasus kebakaran memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tidak dapat langsung disimpulkan tanpa investigasi.

Ratusan Jiwa Terdampak

Berdasarkan rekapitulasi sementara yang disampaikan Pemprov DKI Jakarta, kebakaran berdampak pada 304 bangunan dan 354 kepala keluarga.

"Nah, berdasarkan rekapitulasi sementara, kebakaran berdampak pada hampir 304 bangunan, 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak," kata Rano.

Dari jumlah tersebut, terdapat 326 laki-laki dan 353 perempuan. Selain itu, kelompok rentan yang terdampak meliputi 35 lansia, 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, 6 anak usia SMP, 22 remaja usia SMK, serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil.

Data tersebut menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

Bantuan Logistik

Adsense

Untuk membantu para korban, Pemprov DKI Jakarta telah mendirikan posko pengungsian di Lapangan Yusuf Hamka. Berbagai fasilitas pendukung juga telah disiapkan guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

"Kita seperti teman-teman lihat, sudah menyiapkan posko di lapangan Yusuf Hamka ini, lengkap dengan pengungsi, ada posko kesehatan, ada dapur umum, kemudian ada posko dukungan psikologi untuk anak-anak," ujar Rano.

Baca juga : PTPN I Salurkan 304 Hewan Kurban, Warga Sekitar Kebun Sampaikan Terima Kasih

Selain fasilitas pengungsian, Dinas Sosial DKI Jakarta juga telah menyalurkan bantuan logistik bagi para korban berupa makanan, matras. 

"Selain bantuan pangan, kami juga turut menyalurkan paket sandang pangan natura bagi masyarakat terdampak," lanjutnya.

Terkait kemungkinan bantuan pembangunan kembali rumah warga yang terbakar, Rano menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta masih akan membahas bentuk bantuan yang dapat diberikan.

"Ya kalau membantu bangun rumah kan relatif, tapi membantu anggaran pasti. Kalau bangun rumah kan relatif, enggak mungkin kita ini. Itu nanti kita bicarakan. Belum ada perkiraan," ujarnya.

Pemerintah saat ini masih fokus pada penanganan darurat, pendataan korban, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal.

Lahan Setneg

Rano juga menyinggung status permukiman warga yang sebagian berdiri di atas lahan milik Sekretariat Negara (Setneg). Menurutnya, persoalan tersebut merupakan masalah lama yang hingga kini masih menjadi perhatian pemerintah.

"Oke, jadi pada saat saya berkunjung ke daerah yang namanya Kebon Kosong, ini masuk Kebon Kosong kan? Memang ini menjadi sejarah panjang. Ini yang mudah-mudahan akan segera kita selesaikan," katanya.

Baca juga : PTPN I Potong 304 Hewan Kurban Dari Sumatera Hingga Papua

Rano mengaku sempat menawarkan opsi relokasi ke rumah susun kepada sejumlah warga yang ditemuinya di lokasi pengungsian. Namun, sebagian warga mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan wilayah tempat tinggal mereka.

"Tadi saya ngomong dengan beberapa warga, 'enggak mau coba di rumah susun?'. Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini. Saya bilang, saya lahir di Kemayoran, di Kepu, ari-ari saya juga saya tanam di Kemayoran, masa kita mau berjubel-jubel tinggal di sini?" ujar Rano.

Ganti Dokumen Kependudukan

Selain kerusakan rumah dan harta benda, banyak warga juga dilaporkan kehilangan dokumen penting akibat kebakaran. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta telah mulai menerbitkan kembali dokumen yang hilang atau terbakar.

"Dukcapil kita juga sudah menyerahkan KK, KTP. Artinya segera melapor kalau memang belum ada yang menemukan, segera melapor kepada dinas terkait agar semua dokumen disiapkan," kata dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense