RM.id Rakyat Merdeka - Jalan lingkungan rusak, saluran air tak kunjung diperbaiki, lampu penerangan jalan umum (PJU) belum menyala hingga persoalan pengelolaan sampah menjadi keluhan utama warga RW 05, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Aspirasi itu disampaikan langsung kepada Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, saat menggelar reses, Rabu (1/7/2026).
Dalam dialog bersama warga, sejumlah ketua RT mengaku usulan yang telah diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun Info Bank bertahun-tahun belum juga terealisasi.
Ketua RT 02, Sugito mengatakan, usulan perbaikan saluran air bahkan sudah masuk Info Bank dan sempat ditinjau petugas. Namun hingga kini belum juga dikerjakan. Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 04, Nasimi.
Dia mengungkapkan, usulan pembangunan turap sudah tiga kali diajukan melalui Musrenbang, tetapi belum juga direalisasikan. Padahal, turap yang ada sudah jebol.
Baca juga : Meriahkan Jakarta Fair 2026, Modena Luncurkan Produk Baru Hingga Promo Menarik
Selain itu, enam titik PJU yang sudah disurvei juga belum dipasang. Begitu pula kondisi jalan lingkungan yang rusak. Ketua RT 01, Tribudi Suharti turut mengeluhkan minimnya pendampingan pengelolaan lubang biopori yang telah dibuat warga sesuai anjuran pemerintah.
Menurut dia, sejumlah usulan Musrenbang dan Info Bank lainnya juga belum mendapat tindak lanjut, termasuk PJU yang tiangnya sudah berdiri tetapi lampunya tak kunjung menyala.
Sementara itu, warga lainnya, Ari meminta Dinas Bina Marga bertanggung jawab atas kerusakan jalan lingkungan akibat keluar masuk alat berat proyek. "Setelah proyek selesai, jalannya ditinggal begitu saja dalam kondisi rusak tanpa diperbaiki," keluhnya.
Ketua RW 05, Kasingun juga meminta Pemprov DKI mempercepat realisasi usulan warga, sekaligus memberikan kejelasan mengenai pengelolaan balai warga yang telah dibangun agar memiliki penanggung jawab yang jelas.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yuke mengakui persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan paling dominan dalam setiap kegiatan reses.
Baca juga : BRI Perluas Akses Investasi Global Lewat BRImo Hadirkan Reksa Dana USD Batavia
"Yang paling banyak dipertanyakan masyarakat itu soal pengaspalan jalan, saluran air karena masih ada wilayah yang banjir, kemudian PJU yang sudah diusulkan lewat Musrenbang tetapi belum terealisasi. Selain itu juga persoalan sampah, kabel utilitas hingga masalah desil yang sekarang banyak dikeluhkan masyarakat," ujar Yuke.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai, usulan warga yang sudah bertahun-tahun masuk dalam perencanaan pembangunan harus segera ditelusuri penyebab belum direalisasikan.
"Kalau terkait anggaran, sebetulnya sudah kita anggarkan. Jangan sampai usulan yang sudah masuk Musrenbang atau Pokok Pikiran (Pokir) justru tergeser oleh usulan lain. Kita ingin semua jalur aspirasi bisa direalisasikan secara merata," tegasnya.
Yuke memastikan seluruh hasil reses akan menjadi bahan evaluasi Fraksi PDI Perjuangan dan Komisi D DPRD DKI Jakarta untuk dibahas bersama jajaran eksekutif.
"Ini pasti menjadi catatan Fraksi PDI Perjuangan dan Komisi D. Nanti akan kita sampaikan dalam rapat bersama eksekutif agar menjadi bahan evaluasi," katanya.
Baca juga : Hati-hati Hantavirus, Bahaya & Mematikan
Dia juga meminta seluruh perangkat daerah lebih responsif menindaklanjuti laporan masyarakat.
"Yang terpenting masyarakat mendapatkan jawaban. Kalau memang harus menunggu proses, mereka harus diberi penjelasan sehingga tahu harus bagaimana. Edukasi seperti ini juga penting," ucapnya.
Selain persoalan infrastruktur, Yuke menyoroti kesiapan penerapan kebijakan pemilahan sampah yang akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2026. Menurut dia, kesadaran masyarakat mulai tumbuh, tetapi masih membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.
"Masyarakat sudah mulai sadar, tetapi masih perlu sosialisasi, pelatihan, termasuk kepastian mekanisme pengangkutan sampah hasil pemilahan. Jangan sampai warga sudah diminta memilah, tetapi bingung sampahnya mau dibawa ke mana. Ini harus menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup bersama seluruh pihak, termasuk komunitas bank sampah," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.