RM.id Rakyat Merdeka - Lalu lintas di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, mengalami kemacetan, Jumat (17/7/2026). Kepadatan kendaraan terjadi akibat adanya perbaikan jalan yang tengah dikerjakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.
Pekerjaan yang dimulai sejak 9 Juli 2026 itu menyebabkan penyempitan ruas jalan sehingga arus kendaraan melambat, khususnya menuju arah Tugu Tani.
Berdasarkan pantauan RM.id di lokasi sekitar siang hari, antrean kendaraan mengular sejak memasuki area proyek. Mobil pribadi, sepeda motor, bus Transjakarta, hingga kendaraan logistik terlihat bergerak perlahan saat melintasi ruas yang sedang diperbaiki.
Jalan Menyempit
Sebuah ekskavator tampak mengeruk lapisan jalan di lajur tengah Jalan Kebon Sirih. Area proyek dipagari barrier sehingga ruang bagi kendaraan melintas menjadi lebih sempit. Dari tiga lajur, hanya dua lajur yang dapat dilalui kendaraan.
Baca juga : Menhut: Perdagangan Karbon Dorong Swasta Beralih dari Menebang ke Menanam
Akibatnya, kapasitas jalan berkurang dari tiga lajur menjadi dua lajur. Kondisi tersebut memicu perlambatan arus lalu lintas, terutama ketika volume kendaraan meningkat pada jam sibuk.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa proyek peningkatan Jalan Kebon Sirih saat ini masih memasuki tahap pertama.
"Kami sampaikan bahwa saat ini peningkatan jalan tersebut sedang berlangsung di tahap 1, yaitu peningkatan jalan di lajur tengah. Setelah tahap 1 selesai, pekerjaan akan berlanjut pada tahap dua yaitu peningkatan jalan di lajur kanan, kemudian dilanjutkan di tahap ketiga yaitu peningkatan jalan di lajur kiri," kata Wenny dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026).
Dinas Bina Marga menjelaskan bahwa proyek peningkatan jalan dilakukan pada ruas sepanjang 345 meter, mulai dari kawasan Wisma Penta hingga Gedung BNPP RI.
Baca juga : Pramono Kerahkan Dinas SDA dan Bina Marga Perbaiki Jalan Ambles di Pulo Gadung
"Perlu kami sampaikan bahwa peningkatan jalan di Jl. Kebon Sirih berlangsung dari Wisma Penta hingga Gedung BNPP RI sepanjang 345 meter sejak 9 Juli dan ditargetkan rampung pada akhir September 2026," jelas Wenny.
Sebelum pekerjaan dimulai, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pelaku usaha, dan perangkat daerah yang berada di sekitar lokasi proyek.
"Pada Senin, 6 Juli 2026 Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melalui Bidang Jalan dan Jembatan telah melaksanakan Sosialisasi Pekerjaan Peningkatan Jalan Kebon Sirih yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat, pelaku usaha, dan perangkat daerah terkait. Langkah ini sebagai bentuk keterbukaan informasi sebelum dimulainya pekerjaan," katanya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap proyek peningkatan Jalan Kebon Sirih dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sehingga lebih aman, nyaman, dan memiliki daya tahan yang lebih baik.
Baca juga : Macan Kemayoran Siap Tempur di Piala Presiden 2026
"Peningkatan Jalan Kebon Sirih diharapkan dapat menghadirkan jalan yang lebih kuat, aman, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas, meningkatkan kualitas kawasan, serta memberikan manfaat bagi aktivitas sosial dan perekonomian di sekitarnya," lanjutnya.
Pemprov DKI Jakarta juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pengguna jalan selama proyek berlangsung.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses konstruksi berlangsung," imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.