BREAKING NEWS
 

Pramono Kebut Normalisasi Sungai saat Debit Air Menurun

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Selasa, 21 Juli 2026 21:04 WIB
Sejumlah anak bermain di aliran sungai Ciliwung, kawasan Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mempercepat pelaksanaan normalisasi sungai selama musim kemarau. 

Langkah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kondisi debit air yang lebih rendah sehingga proses pekerjaan di lapangan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

"Maka untuk itu pembangunan di beberapa titik yang sudah dibebaskan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Kementerian BPN, maka kami akan segera melakukan normalisasi di beberapa tempat yang sudah dibebaskan yang kemarin dua, tiga minggu lalu saya ke sana," kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Selain membahas normalisasi sungai, Pramono juga menyinggung potensi kekeringan selama musim kemarau. 

Baca juga : Pramono Kebut Perbaikan JPO Tendean Yang Rusak Tersangkut Crane

"Tetapi untuk kekeringan itu, di Jakarta sendiri sampai hari ini memang belum mengalami. Tapi tentu kami mengantisipasi untuk itu," ucap Pramono. 

Ia mengatakan hingga saat ini Jakarta belum mengalami dampak kekeringan yang signifikan, namun pemerintah daerah tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca kering berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Adsense

"Bagaimana kalau itu terjadi, keringnya panjang, apa sumber airnya nggak ada, maka tentunya ya harus ada langkah-langkah yang dilakukan," lanjutnya. 

Pramono menambahkan, pekan depan dirinya akan menggelar rapat khusus bersama jajaran terkait untuk membahas strategi penanganan musim kemarau di Jakarta.

Baca juga : PTPN I dan Kemenko Pangan Bangun Pusat Pembibitan Perkebunan Modern

"Tetapi kalau Jakarta nanti minggu depan saya secara khusus akan merapatkan ini untuk menyampaikan kepada publik bagaimana penanganan yang ada di Jakarta," imbuhnya. 

Sebelumnya, Pramono Anung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. 

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah Jakarta.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. 

Baca juga : Warga Cipinang Melayu Tagih Janji Normalisasi Kali Sunter

"Ini kemaraunya diprediksi oleh BMKG akan panjang dan kemungkinan akan kering. Dan karena panjang dan kering kemungkinan untuk terjadinya kebakaran dan sebagainya, potensinya lebih besar," kata Pramono di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Sebagai langkah pencegahan, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai mitigasi kebakaran. Selain itu, pemerintah juga mendorong setiap Rukun Warga (RW) memiliki minimal satu unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) agar penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi kebakaran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense