RM.id Rakyat Merdeka - Pemasangan pagar besi setinggi 2,5 meter di sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran di Jakarta, memicu beragam spekulasi. Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Polda Metro Jaya kompak memastikan kondisi Ibu Kota dalam keadaan aman, kondusif, dan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk khawatir.
Inisiatif sejumlah pengelola mall dan gedung memasang pagar tinggi ramai diperbincangkan di media sosial. Beberapa pusat perbelanjaan ternama terlihat memasang pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter. Salah satunya Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.
Pagar besi berwarna abu-abu itu, membentang sekitar 100 meter dari pintu masuk utama hingga akses keluar kendaraan di Jalan Raya Casablanca. Minggu (2/8/2026), pagar yang sebelumnya terpasang di bagian depan mall sudah dibongkar. Area pintu masuk kembali terbuka seperti semula. Yang tersisa hanya bekas dudukan besi instalasi pagar.
Pemandangan serupa juga terlihat di Menara Bank kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Gedung tersebut memasang pagar tinggi di area perimeter sebagai bagian dari peningkatan sistem keamanan.
Bukan hanya di Jakarta. Di Surabaya, Jawa Timur, sejumlah pusat perbelanjaan yang dikelola Pakuwon Group juga lebih dulu memasang pagar besi. Di antaranya Pakuwon Malll, Tunjungan Plaza (TP), Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku telah mengetahui pemasangan pagar tinggi di sejumlah tempat tersebut. Menurutnya, langkah itu kemungkinan dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan pengelola.
"Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," katanya kepada wartawan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Baca juga : Daun Singkong Dan Bumbu Rendang Dimasak Terlalu Dini
Pramono menilai, kekhawatiran yang berlebihan justru dapat memunculkan sentimen negatif di masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, untuk memastikan situasi tetap terkendali.
"Kami akan menjaga Jakarta. Ya kekhawatiran seperti bulan Agustus tahun lalu, tapi mudah-mudahan nggak. Saya yakin nggak, saya yakin nggak," ujarnya.
Pramono menegaskan, Jakarta dalam kondisi aman dan kondusif. "Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," tegas mantan Sekretaris Kabinet era Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu.
Senada, Polda Metro Jaya meminta masyarakat tidak membangun spekulasi terkait pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan. Kepolisian memastikan situasi keamanan di Ibu Kota tetap aman dan kondusif.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memastikan kondisi Jakarta tetap terkendali. Aparat keamanan pun terus bersinergi menjaga stabilitas wilayah.
"Kami kembali menyampaikan, ada statement dari Bapak Gubernur DKI bahwa situasi saat ini masih aman dan kondusif, dan dapat dikendalikan," ujar Budi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, pengamanan dilakukan melalui kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, dan Kodam Jaya. Selain menjaga keamanan di lapangan, aparat juga melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan, baik melalui pemantauan ruang digital maupun di lapangan.
Terkait alasan pengelola memasang pagar tinggi, Budi meminta masyarakat menunggu penjelasan resmi dan tidak mudah menyebarkan asumsi yang belum jelas kebenarannya. "Jangan berpersepsi, jangan membuat kegaduhan ataupun opini publik dengan rasa kekhawatiran di bulan Agustus hingga September," ujarnya.
Menteri Perdagangan Budi Susanto juga memastikan tidak ada persoalan apa pun di sektor ritel. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Pria yang akrab disapa Busan itu mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan pemasangan pagar tinggi. Namun, ia memastikan langkah tersebut tidak berkaitan dengan berbagai isu yang beredar di media sosial.
"Kemarin koordinasi dengan APPBI ya, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, nggak ada masalah kok, nggak ada isu apa-apa. Nggak ada isu terkait apa pun, nggak ada. Aman-aman aja, nggak ada masalah," tegas Busan.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menjelaskan, pemasangan pagar bertujuan menertibkan arus keluar-masuk pengunjung. Menurutnya, tanpa pagar, pengunjung bisa keluar masuk dari berbagai titik yang berpotensi membahayakan lalu lintas.
Selain itu, Alphonzus menegaskan pemasangan pagar bukan hal baru. Banyak pusat perbelanjaan sejak awal memang menggunakan pagar sebagai sistem pengamanan, terutama di lokasi yang kerap menjadi titik aksi demonstrasi.
"Saya kira itu juga sekalian untuk bisa memberikan batas pengaman terhadap demonstrasi-demonstrasi yang suka berlangsung," tutur Alphonzus di Kementerian Perdagangan, Kamis (30/7/2026).
Baca juga : Chat “Auto Delete” Jadi Petunjuk KPK
Terpisah, Dosen Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Lutfi Kalbu Adi menilai Pramono tidak perlu terburu-buru meminta pagar tersebut dicopot. Menurutnya, kekhawatiran pengelola mall merupakan hal yang wajar. Sebab, pusat perbelanjaan kerap menjadi sasaran massa saat terjadi gejolak sosial maupun krisis ekonomi.
Lutfi menilai, pemasangan pagar seharusnya dipandang sebagai langkah mitigasi risiko untuk melindungi aset dan keselamatan pengunjung. "Dari perspektif hukum, sikap manajemen mall dapat diterjemahkan sebagai upaya mempertahankan hak atas harta atau aset yang melekat," pungkasnya.
Apa penjelasan pihak mall? Pendiri Pakuwon Group Alexander Tedja mengatakan, pemasangan pagar di Mall Kota Kasablanka merupakan keputusan manajemen lokal. Menurutnya, kebijakan itu tidak berasal dari pemegang saham maupun kantor pusat. Ia sebelumnya memastikan pagar akan segera dibongkar.
“Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar,” kata Alexander dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/26).
Pakuwon juga menyatakan properti lain milik perusahaan akan ditata sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut disebut dilakukan agar pemasangan fasilitas tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.
Sementara di Surabaya, Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi mengatakan, keberadaan pagar diperlukan untuk meningkatkan keselamatan. Terutama bagi pejalan kaki yang melintas menuju pusat perbelanjaan.
"Awalnya mungkin yang di Pakuwon Mall, ya. Itu kan karena Radial Road baru saja dibangun. Jadi kami mengantisipasi terjadinya kecelakaan, terutama bagi pengunjung yang berjalan kaki ke mal," kata Sutandi. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.