Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ajukan Investasi Rp 23,4 Triliun
Danantara Support Rencana ASDP Tambah Puluhan Kapal
Senin, 3 Agustus 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut berperan sebagai penghubung ribuan pulau yang terbentang dari Sabang sampai Marauke. Memahami kondisi itu, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan langkah-langkah untuk memperkuat layanan penyeberangan.
Kiprah ASDP selama ini mempertegas kehadiran negara. Perannya telah melampaui operator kapal biasa, karena menjadi pilar dalam menjaga konektivitas nasional, menggerakkan roda perekonomian, bahkan memperkuat stabilitas pangan.
Kehadirannya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), menjadikan ASDP menjadi urat nadi transportasi nasional, sehingga eksistensinya harus selalu diperkuat seiring persaingan bisnis penyeberangan yang semakin kompetitif.
Sayangnya, peran penting tersebut saat ini kurang sesuai dengan kekuatan armada. Kapal-kapal yang dimiliki ASDP sudah termakan usia. Jumlahnya juga tidak sesuai dengan tanggung jawab yang dipikul, karena tingginya mobilitas warga.
Sadar akan hal tersebut, Direktur Utama ASDP Heru Widodo pun mengakui pihaknya butuh tambahan modal. “Investasi untuk lima tahun ke depan itu besar sekali, mencapai Rp 23,4 triliun,” tutur Heru di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (22/7/2026).
Rencananya, modal sebesar itu akan digunakan untuk pengadaan 46 kapal baru dan 50 kapal charter. Rinciannya, 18 kapal untuk mendukung strategi Long Distance Ferry (LDF), 15 kapal untuk memperkuat 14 lintasan eksisting, dan 13 kapal sebagai program peremajaan.
Baca juga : Semangat Belajar Biar Pintar Dan Jadi Menteri
Investasi Rp 23,4 triliun tersebut juga dialokasikan untuk pembangunan 55 proyek di 35 pelabuhan. Ada yang bersifat pembangunan baru, revitalisasi, dan kerja sama dengan stakeholders.
Lantas, dari mana investasi sebesar itu akan didapat? Heru mengungkapkan, pihaknya tengah berupaya mendapatkan pendanaan. Instrumennya, melalui modal perusahaan dan upaya pendanaan dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Heru mengaku sudah berbicara dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. Danantara merespons positif perbincangan tersebut.
“Mereka merasa ASDP harus di-support. Karena kami sampaikan, bahwa 59 persen kapal ASDP usianya di atas 30 tahun,” beber Heru.
Investasi yang dibutuhkan ASDP terdengar fantastis. Namun, jika dibandingkan dengan anggaran negara untuk penyelenggaraan dan preservasi jalan nasional yang berkisar Rp 40 triliun hingga Rp 50 triliun, investasi tersebut relatif kecil.
Tentu publik berpikir, apa kaitannya investasi ASDP dengan anggaran jalan nasional?
Baca juga : Bahaya Nih, Pengunjung Rawan Tercebur Ke Kali
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano mengatakan, sebagai negara kepulauan, konsep penyeberangan merupakan yang paling ideal.
Selain memangkas biaya logistik nasional, konsep penyeberangan juga mampu menghemat puluhan triliun anggaran negara yang diperuntukan untuk renovasi jalan. Dengan mengangkut truk-truk bermuatan besar ke kapal, volume beban di jalan berkurang drastis.
Konsep ini juga dapat menekan frekuensi truk dengan beban berlebih alias Over Dimension Over Loading (ODOL) yang terbukti menjadi penyebab utama rusaknya jalan nasional maupun provinsi.
Berdasarkan data Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, keusakan jalan akibat truk ODOL menelan biaya negara hingga Rp 43 triliun per tahun.
Bayangkan, imbuhnya, anggaran untuk perbaikan jalan dalam setahun itu mencapai Rp 30 triliun. Menurutnya, daripada tiap tahun mengeluarkan anggaran sebesar itu, lebih baik diinvestasikan ke ASDP Rp 23,4 triliun.
“Masalah jalan rusak karena truk ODOL pun bisa berkurang,” urai Yossianis, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (22/7/2026).
Baca juga : Turnamen Uji Coba Pra Musim, Inter Kalahkan City
Bagaimanapun, investasi tersebut sangat penting untuk bisnis ASDP. Yossianis mengakui, selain termakan usia, rata-rata kapal ASDP relatif lebih kecil dibandingkan milik swasta. Saat ini, kapal terbesar yang dimiliki ASDP adalah Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Portlink III yang berbobot 15.351 Gross Tonnage (GT).
Dengan panjang lebih dari 150 meter, kapal ini lebih besar dari lapangan sepak bola internasional. Bahkan mampu menampung ribuan penumpang dan ratusan kendaraan sekaligus.
“Tapi kompetitor kami punya kapal 28 ribu GT. Kalau tidak berinvestasi sekarang, ASDP akan ketinggalan,” keluh Yossianis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya