BREAKING NEWS
 

Saran Dewan Pasca Bentrok Maut Di Matraman

Perkuat Deteksi Dini Cegah Konflik Sosial

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Selasa, 4 Agustus 2026 06:25 WIB
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua. (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bentrok maut di Matraman, Jakarta Pusat, menjadi alarm keras bagi Jakarta. DPRD meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bersama aparat keamanan memperkuat deteksi dini dan penegakan hukum agar gesekan antarwarga tidak berkembang menjadi konflik sosial. Apalagi berpotensi membawa isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Permintaan itu disampaikan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI, setelah terjadi bentrokan di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, yang menewaskan satu orang pada Minggu (26/7/2026). 

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua mengingatkan, ke depannya, seluruh unsur kewilayahan harus mampu mendeteksi potensi konflik sejak dini. 

Dia mengingatkan, Jakarta telah memiliki perangkat yang lengkap. Mulai dari Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), lurah hingga camat. 

“Kok, bisa sampai kecolongan seperti itu?” ucap Inggard, seusai memimpin rapat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026). 

Baca juga : River Plate Diguncang Prahara

Inggard menegaskan, seluruh unsur tersebut harus bekerja secara terpadu agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. 

“Ke depannya, semua perangkat itu harus bersinergi. Jangan sampai sudah ada gejala, tetapi dibiarkan begitu saja,” pinta politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini. 

Menurutnya, kalau seluruh perangkat bekerja dengan baik, Jakarta akan semakin kondusif. “Sehingga, potensi tawuran maupun konflik yang mengarah pada isu SARA bisa dicegah,” tandasnya. 

Adsense

Selain langkah pencegahan, Komisi A juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi memicu konflik. 

“Membawa senjata tajam saja sudah harus ditindak tegas sesuai hukum. Jangan sampai persoalan terus berulang, karena penegakan hukumnya tidak memberikan efek jera,” ingat Inggard. 

Baca juga : Kasus Febrie Adriansyah: Ada Dokumen Disita di Rumah Kebayoran

Sorotan serupa disampaikan Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu. Dia meminta Pemprov DKI memperkuat peran Satgas Jaga Jakarta dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), sebagai ujung tombak deteksi dini konflik sosial. 

Menurut Kevin, keberadaan kedua unsur tersebut sangat strategis, karena melibatkan tokoh masyarakat dan warga yang memahami kondisi wilayah. “Kami dukung aparat menyelidiki dan menuntaskan kasus itu,” ujar legislator dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini. 

Dia pun mendorong Pemprov DKI mengevaluasi pelaksanaan Program Satgas Jaga Jakarta, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. “Perlu dipastikan, Satgas Jaga Jakarta di wilayah tersebut benar-benar aktif,” tegasnya, seusai rapat yang sama. 

Kevin juga meminta kapasitas anggota Satgas terus ditingkatkan, melalui pelatihan dan penyuluhan. “Satgas perlu dibekali kemampuan, agar dapat mencegah konflik sejak dini,” ucapnya. 

Menurut Kevin, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui sistem kewaspadaan dini yang berjalan optimal. 

Baca juga : Ditelepon MBS, Trump Batal Serang Iran

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Muhamad Matsani mengatakan, Pemprov DKI terus memperkuat langkah pencegahan konflik melalui program cooling system bersama FKDM, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). 

“Kami juga memprioritaskan program mitigasi potensi konflik sosial, termasuk tawuran, serta memperkuat moderasi beragama melalui program Kesbangpol maupun FKUB,” ujar Matsani. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense