RM.id Rakyat Merdeka -
Masyarakat Jakarta yang mulai merasakan dampak krisis air bersih akibat musim kemarau kini dapat meminta bantuan darurat pasokan air secara cepat melalui saluran telepon seluler layanan darurat 112.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menjelaskan bahwa pusat panggilan darurat bebas pulsa ini disiagakan bekerja sama dengan PAM Jaya sebagai jalur komunikasi utama bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
Baca juga : Giant Sea Wall Jakarta: Rencana Panjang Tanggul & Anggaran Proyek
“Kami sudah berkoordinasi juga dengan PAM Jaya untuk menyiapkan jalur komunikasi, terutama kami siapkan melalui 112. Ini yang kami sosialisasikan ke jajaran wali kota, kecamatan, dan kelurahan agar bilamana masyarakat menemukan kejadian kekeringan segera melaporkan ke 112 dan kami akan memfasilitasi dengan PAM Jaya untuk distribusi air bersihnya,” kata Marulitua.
Mekanisme penanganan ini disiapkan seiring masuknya musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan saat ini bahkan sudah mulai melanda beberapa wilayah di pesisir Jakarta.
“Pada hari ini ada dua kelurahan yang memang sudah mengalami kekeringan, yaitu di Kelurahan Kalibaru dan Semper. Sehingga dengan demikian Saudara-saudara sekalian, itulah yang kita lakukan dalam rangka mengantisipasi kekurangan air maupun kebakaran,” kata Pramono saat memimpin Apel Jaga Jakarta Kesiapsiagaan Musim Kemarau 2026 di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Baca juga : PMI Distribusikan Air Bersih untuk Warga Depok
Guna merespons kondisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan 29 tangki air bersih dari kolaborasi 10 instansi dan lembaga. Selain itu, sebanyak 1.027 personel gabungan dari Pemprov DKI, TNI, Polri, BNPB, BMKG, PAM Jaya, PMI, hingga relawan turut dikerahkan dalam apel siaga tersebut.
Pramono juga menambahkan bahwa pemerintah daerah melengkapi langkah mitigasi ini dengan memastikan kesiapan pencegahan bahaya kebakaran di permukiman padat.
“Saya juga tadi ingin memastikan bahwa pada setiap rukun warga (RW) itu alat pemadam api ringan (APAR)-nya sudah tersedia, sehingga kalau ada apa-apa, maka antisipasi kita sudah kita lakukan bersama,” tegas Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.