Dark/Light Mode

Kemarau Panjang, PAM Jaya Pastikan Stok Air Jakarta Aman Sampai Akhir Tahun

Senin, 31 Agustus 2026 15:05 WIB
Kunjungan Direksi PAM Jaya di Bendungan Jatiluhur, Senin (31/8/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)
Kunjungan Direksi PAM Jaya di Bendungan Jatiluhur, Senin (31/8/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemarau panjang mulai menggerus muka air Waduk Jatiluhur. Perseroan Daerah (Perseroda) atau PT PAM Jaya (Perseroda) memastikan stok air baku untuk Ibu Kota masih aman hingga akhir tahun.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, kondisi Jatiluhur memang harus terus diwaspadai. Sebab, waduk tersebut memasok sekitar 82 persen kebutuhan air baku Jakarta.

"Kunjungan hari ini kita ingin memastikan suplai air baku dari Jatiluhur dalam kondisi aman, walaupun tetap waspada karena penurunan muka air di angka 96,3 meter di atas permukaan laut (MDPL)," ujar Arief saat mengunjungi Bendungan Jatiluhur, Senin (31/8/2026).

Arief mengingatkan, persoalan air Jakarta bukan hanya soal Jatiluhur. Sejumlah sumber air lainnya mulai tertekan akibat kemarau. Bahkan, intrusi air laut telah masuk ke wilayah Hutan Kota I dan Hutan Kota II sehingga total dissolved solids (TDS) air baku menembus 2.000.

Baca juga : Pemprov DKI & PAM Jaya Serahkan Bantuan Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy

Kondisi itu turut memicu gangguan kualitas air di sejumlah wilayah Jakarta Barat. PAM Jaya kini melakukan rekayasa saluran untuk menyeimbangkan sumber air sekaligus menyiapkan langkah mitigasi lainnya.

"Sejauh ini krisisnya sebenarnya bukan krisis tentang airnya tidak ada. Airnya masih ada di Jakarta, masih kami proses," kata Arief.

PAM Jaya juga menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk operasi modifikasi cuaca (OMC).

Kondisi sumber air Jakarta pun terus dipantau dan dilaporkan secara berkala kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Baca juga : PAM Jaya Bersama Mitra Kerja Komit Perkuat K3

Direktur Pengembangan Usaha Perum Jasa Tirta II (PJT II) Dikdik Permadi Yoffana memastikan ketersediaan air masih cukup untuk memenuhi kebutuhan irigasi, PDAM, industri dan sektor lainnya hingga akhir tahun.

Kondisi waduk akan dievaluasi melalui simulasi setiap dua pekan. Untuk mengantisipasi perubahan kondisi, PJT II akan memperbarui simulasi dan perkembangan volume air setiap dua pekan.

"Langkah ini dilakukan agar potensi kekurangan air dapat diantisipasi lebih dini," kata Dikdik.

General Manager Unit Wilayah IV PJT II Anom Soal Herudjito menjelaskan, posisi muka air saat ini 96,33 MDPL. Meski 0,6 meter di bawah batas operasi normal bawah, level tersebut masih jauh di atas batas bawah operasi 87,5 MDPL.

Baca juga : Tinjau SPAM Jatiluhur, DPRD DKI Dukung PAM Jaya Tekan Kebocoran Air

Berdasarkan simulasi PJT II, hingga 31 Desember 2026 tersedia sekitar 3,6 miliar meter kubik air. Sementara kebutuhan untuk irigasi mencapai 1,95 miliar meter kubik, sedangkan PDAM, industri dan kebutuhan lainnya sekitar 708 juta meter kubik.

Artinya, neraca air Jatiluhur masih surplus sekitar 976 juta meter kubik. "Balancing-nya masih plus 976 juta meter kubik," kata Anom. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.