BREAKING NEWS
 

Jakarta Panas & Kering Banget

Waspada, Kebakaran Dan Penyakit Mengintai Warga

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 18 September 2026 06:25 WIB
Sejumlah petugas pemadam kebakaran (Damkar) menggunakan mobil tangga Bronto Skylift untuk mengevakuasi penghuni Apartemen Pavilion di Jalan KH Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah wilayah Jakarta masuk kategori rawan kekeringan. Warga Ibu Kota diminta lebih waspada terhadap potensi kebakaran dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk periode 11-20 September 2026.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah DKI Jakarta masuk kategori “awas kekeringan”. Wilayah tersebut meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Kevin Wu, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak menganggap enteng kekeringan.

Menurut dia, kekeringan berpotensi berdampak terhadap keselamatan warga. Karena, kekeringan panjang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran di tempat-tempat yang rawan.

“Seperti padang rumput, tempat pembuangan sampah, dan permukiman yang dibangun dengan bahan-bahan semi permanen dari kayu dan triplek,” kata Kevin, Selasa (15/9/2026).

Baca juga : MU Ditendang Brighton

Dia juga mengingatkan risiko kesehatan, akibat suhu tinggi dan kurangnya asupan cairan (dehidrasi). “Jika tidak ditangani dengan baik, masalah itu bisa berakibat fatal dan berbahaya terhadap kesehatan warga kita,” sambungnya.

Mengantisipasi potensi kebakaran, Kevin mengingatkan agar Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi siap digunakan.

“Kesehatan para petugasnya juga harus diperhatikan. Mereka harus bekerja dalam kondisi yang ekstrem nantinya,” ingat Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta ini.

Kevin juga meminta Gulkarmat berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan untuk melakukan patroli di wilayah rawan.

Dia pun mengingatkan, rumput dan ilalang yang mudah terbakar, perlu dibersihkan. Tumpukan sampah harus segera diangkut.

Adsense

“Warga juga perlu diedukasi untuk mengecek dan merapikan instalasi listriknya agar tidak mudah terbakar,” tambahnya.

Baca juga : Bagnaia Merasa Dibiarkan Terpuruk

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, Kevin meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyiapkan langkah khusus menghadapi potensi serangan panas dan dehidrasi.

Dia mengusulkan Dinkes menggandeng dinas terkait dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk Transjakarta dan PAM Jaya, untuk menyediakan titik-titik air minum gratis di sejumlah lokasi yang ramai. “Jangan sampai ada yang jatuh sakit karena kurang minum,” pungkasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui, sejumlah wilayah Jakarta mengalami kekeringan. Pemprov DKI pun berupaya mengatasinya, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu turunnya hujan.

“Tapi, memang awannya itu hampir tidak ada,” ujar mantan Sekretaris Kabinet ini di Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

Menurut Pram, minimnya awan, membuat upaya modifikasi cuaca belum membuahkan hasil.

Bahkan, Pemprov DKI telah melakukan beberapa kali penerbangan untuk mendukung pelaksanaan OMC. “Minggu lalu, hari Jumat itu lima kali, pakai pesawat Cessna Caravan. Tapi, tidak bisa hujan,” jelasnya.

Baca juga : RI Jajaki Pasokan Minyak Dari Nigeria Dan Angola

Pram berharap, kondisi cuaca berubah sehingga tersedia awan yang cukup untuk mendukung upaya modifikasi cuaca. Dengan begitu, hujan bisa turun dan mengurangi dampak kekeringan.

Selain OMC, Pemprov DKI juga menyalurkan bantuan air bagi masyarakat di wilayah terdampak. “Pemerintah DKI Jakarta membantu dengan mengirim tangki-tangki air,” kata Pram.

Dia menambahkan, bantuan air tidak hanya diberikan di Cilandak, Jakarta Selatan. Karena, terdapat dua kelurahan lain yang mengalami kondisi serupa dan turut mendapatkan bantuan.

BPBD DKI mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air. Warga juga diminta tidak membakar sampah atau lahan, memeriksa instalasi listrik dan kompor, serta menggunakan masker ketika udara berdebu.

Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi terkait cuaca dan peringatan dini. BPBD menekankan pentingnya kewaspadaan menghadapi berbagai potensi dampak kekeringan dalam sepekan ke depan.

Dalam kondisi gawat darurat, warga Jakarta dapat menghubungi layanan call center terintegrasi melalui nomor 112. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense