RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendukung kenaikan tarif bus Transjakarta dan Transjabodetabek. Namun dengan catatan, kenaikan itu harus dibarengi peningkatan kualitas.
Dukungan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Wibi Andrino.
“Tarif Rp 3.500 sudah berlaku sangat lama, sehingga penyesuaian ini wajar,” ujar Wibi kepada Rakyat Merdeka, Kamis (1/10/2026).
Meski mendukung, dia menegaskan, kenaikan tarif harus dibarengi peningkatan kualitas pelayanan. Warga yang membayar lebih mahal, sudah seharusnya mendapatkan layanan yang semakin baik.
“Ketersediaan armada, kenyamanan penumpang, keamanan hingga ketepatan waktu perjalanan, harus ditingkatkan,” katanya.
Baca juga : Ronaldo Angkat Kaki Dari Timnas Portugal
Wibi juga mengingatkan pentingnya menjaga subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan. “Jangan sampai penyesuaian tarif membebani kelompok warga yang selama ini bergantung pada transportasi publik,” tandasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan penyesuaian (menaikkan) tarif Bus Transjakarta dan Bus Transjabodetabek mulai 1 Januari 2027.
Rencana tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026).
“Tarif sudah 20 tahun tidak pernah mengalami perubahan. Kami akan berlakukan tarif baru, tanggal 1 Januari 2027. Sehingga, ada kesempatan yang cukup panjang untuk melakukan sosialisasi,” kata Pram.
Meski tanggal pemberlakuan penyesuaian sudah disampaikan, Pemprov DKI Jakarta belum mengumumkan secara resmi berapa tarif baru itu.
Baca juga : Kejutan Di Sirkuit Sepang, Mercedes Pakai Livery Khusus...
Menurutnya, pola kenaikan ini akan mengikuti pola penetapan tarif Bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.
“Transjabodetabek dari Blok M ke Soekarno-Hatta, sudah berlaku menjadi Rp 15.000. Alhamdulillah tetap paling murah dibandingkan dengan seluruh alat transportasi yang ada,” ujarnya.
Pram menyebut, pengalaman itu menjadi bagian dari pendekatan Pemprov DKI dalam melakukan penyesuaian tarif layanan transportasi.
Pram juga menyinggung tarif Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading, Jakarta Utara-Manggarai, Jakarta Selatan.
Saat ini, tarif LRT rute tersebut ditetapkan secara flat sebesar Rp 5.000. “Layanan tersebut juga akan masuk dalam pembahasan penyesuaian tarif transportasi,” tandasnya.
Baca juga : Ada Fenomena “Downgrade” Gaya Hidup
Pram menyatakan, penyesuaian tarif dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat sebagai pengguna layanan transportasi umum. “Sehingga, tidak membebani masyarakat,” ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Pram, tarif transportasi umum masih berada pada tingkat yang terjangkau jika dibandingkan dengan tarif transportasi di sekitar Jakarta. “Saya yakin, tarif ini masih yang paling murah,” imbuhnya. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.