RM.id Rakyat Merdeka - Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perumda Pembangunan Sarana Jaya mendapat apresiasi Panitia Khusus (Pansus) CSR DPRD DKI Jakarta.
Bukan sekadar bagi-bagi bantuan, program TJSL Sarana Jaya dinilai sudah diarahkan pada pemberdayaan warga secara berkelanjutan.
Apresiasi itu disampaikan saat Pansus CSR DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (30/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung empat program TJSL Sarana Jaya yang berada dalam satu kawasan. Yakni Urban Farming Nuansa Pondok Kelapa, PAUD Satu Nusa, Taman Baca Samawa dan Bank Sampah Samawa.
Keempatnya menggarap kebutuhan berbeda, mulai dari pendidikan, literasi, lingkungan hingga ketahanan pangan. Namun, program tersebut dikembangkan dalam satu pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga : Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Biodigester Bank Jakarta Ubah Sampah Jadi Biogas
Ketua Pansus CSR DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi, mengapresiasi implementasi program TJSL Sarana Jaya yang dinilai sesuai antara perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan.
"Kami sangat apresiasi implementasi CSR-nya Sarana Jaya. Ternyata dilihat dari paparan dan realita itu bisa terlampaui. Kami berharap di BUMD atau di perusahaan lain pun demikian," ujar Ghozi, Selasa (6/10/2026).
Menurut dia, kunjungan lapangan penting untuk memastikan program CSR yang dirancang perusahaan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
Tak Cuma Bangun Kota
Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Bernard Yohanes, menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan masukan Pansus CSR DPRD DKI Jakarta.
Baca juga : Sampah Jadi Saldo, Karyawan Wings Group Ramai-Ramai Pilah Sampah dari Rumah
Dia memastikan program yang sudah berjalan akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan yang diberikan. Tentunya ke depan akan terus kami perbaiki, baik terkait Urban Farming, PAUD, Taman Baca, maupun Bank Sampah," ujar Bernard.
Dia menegaskan, Sarana Jaya ingin keberadaan perusahaan tidak hanya dirasakan melalui pembangunan fisik kota.
"Kami berkomitmen agar keberadaan Sarana Jaya tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik kota, tetapi juga memberikan nilai tambah sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat Jakarta," tegasnya.
Bernard menjelaskan, integrasi sejumlah program dalam satu kawasan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan yang dapat tumbuh bersama masyarakat.
Baca juga : Tak Ingin Jamur Terbuang, Astuti Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
Urban Farming Nuansa Pondok Kelapa diarahkan untuk pemanfaatan lahan sekaligus edukasi ketahanan pangan. PAUD Satu Nusa menjadi ruang pendidikan anak usia dini.
Sementara Taman Baca Samawa dikembangkan sebagai ruang literasi dan pembelajaran anak-anak. Sedangkan Bank Sampah Samawa mendorong kesadaran dan partisipasi warga dalam pengelolaan lingkungan.
Menurut Bernard, pendekatan tersebut membuat TJSL tidak berhenti pada pembangunan fasilitas. Program diarahkan agar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan warga dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Ke depan, Sarana Jaya akan memperkuat kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas manfaat program TJSL di wilayah operasional perusahaan.
Melalui semangat "Sarana Jaya Peduli", perusahaan berkomitmen terus memberikan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat Jakarta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.