Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dosen Universitas Pertamina Kembangkan Netrash untuk Kelola Bank Sampah
Rabu, 5 Agustus 2026 15:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2025, sebanyak 68,42 persen atau 21,84 juta ton dari total 35 juta ton sampah per tahun di 295 kabupaten/kota belum terkelola secara optimal.
Digitalisasi dinilai menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah. Sejumlah penelitian menunjukkan penerapan teknologi digital berpotensi mengurangi jarak tempuh pengangkutan hingga 30,28 persen dan menekan biaya operasional hingga 29,07 persen.
Sebagai implementasi digitalisasi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER) yang dipimpin Dr. Muhammad Zaki Almuzakki, S.Si., M.Si., mengimplementasikan hasil riset Intan Oktafiani, S.Kom., M.T., melalui aplikasi berbasis web Net Zero Trash (Netrash) pada Forum Bank Sampah Kota Cilegon.
Program yang dilaksanakan di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, itu melibatkan aparatur wilayah dan masyarakat setempat.
Baca juga : Budi Trisno Aji Dukung Penanganan Sampah Nasional Lewat PETASOL
Netrash dikembangkan untuk mendukung pengelolaan administrasi bank sampah melalui peningkatan efisiensi operasional, akurasi pencatatan transaksi, serta transparansi data. Dr. Zaki mengatakan, aplikasi tersebut hadir untuk menjawab berbagai kendala administrasi yang selama ini dihadapi pengelola bank sampah.
"Banyak bank sampah masih mengandalkan pencatatan manual sehingga rentan terjadi kesalahan transaksi maupun perhitungan saldo nasabah. Melalui Netrash, proses administrasi menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan sehingga pengelola dapat lebih fokus meningkatkan layanan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah," ujar Dr. Zaki.
Selain meningkatkan efisiensi pengelolaan bank sampah, Netrash juga dirancang untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Melalui platform netrash.id, masyarakat dapat bergabung sebagai mitra maupun pengurus bank sampah.
Dr. Zaki berharap aplikasi tersebut tidak hanya mempermudah pengelolaan bank sampah, tetapi juga mendorong semakin banyak masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan sampah.
Baca juga : Komunitas Harum Asri Bogor Gencarkan Bank Sampah, Jadi Motor Ekonomi Sirkular
Antusiasme terhadap program ini juga disampaikan Mahsunah, pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Gebrak 05. Ia menilai, pendampingan dari Universitas Pertamina menjadi penyemangat bagi para pengelola bank sampah.
"Selama ini bank sampah sering dipandang sebelah mata. Padahal, melalui pendampingan dan inovasi seperti Netrash, kami semakin yakin bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak warga yang ikut berpartisipasi," kata Mahsunah.
Melalui dukungan Hibah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Tahun 2026, Dr. Zaki bersama tim akan terus mengembangkan Netrash agar mampu menjawab kebutuhan pengelolaan bank sampah yang terus berkembang.
Penyempurnaan berbagai fitur aplikasi menjadi bagian dari upaya menghilirisasikan hasil riset menjadi solusi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Baca juga : PLN Indonesia Power Perkuat Ekonomi Sirkular di Pesisir Banten
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengatakan Netrash merupakan contoh nyata hilirisasi riset perguruan tinggi yang mampu menghadirkan solusi digital bagi masyarakat.
Netrash menunjukkan bahwa riset tidak berhenti di laboratorium atau publikasi ilmiah, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Di Universitas Pertamina, kami mendorong dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan inovasi yang mampu menjawab tantangan nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," tuturnya.
"Melalui peminatan Software and Application Development di Program Studi Ilmu Komputer, kami berharap semakin banyak solusi digital yang lahir dan memberikan dampak berkelanjutan," ujar Prof. Ichsan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya