Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Komunitas Harum Asri Bogor Gencarkan Bank Sampah, Jadi Motor Ekonomi Sirkular
Senin, 20 Juli 2026 20:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komunitas Harum Asri terus menggalakkan pengelolaan sampah melalui Bank Sampah sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga menjadi sumber nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi warga.
Ketua Komunitas Harum Asri, Siti Humairoh mengatakan, pengelolaan sampah melalui Bank Sampah tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Bank sampah tidak hanya berbicara tentang penanganan sampah, tetapi juga memberikan banyak manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat," ujar Siti saat pertemuan rutin Bank Sampah di
Cibinong, Bogor, Minggu (20/7/2026). Menurutnya, kesadaran masyarakat Bogor terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus meningkat.
Hal itu terlihat dari semakin banyaknya warga yang terlibat dalam kegiatan Bank Sampah di lingkungan masing-masing.
Baca juga : Amanat Konstitusi, Air Harus Jadi Sumber Kemakmuran Bangsa Indonesia
Bank Sampah merupakan sistem pengelolaan sampah yang menggabungkan aspek lingkungan dan ekonomi.
Melalui proses pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah, masyarakat didorong mengubah sampah yang semula menjadi masalah lingkungan menjadi sumber pendapatan yang bernilai ekonomis.
Siti menjelaskan, Komunitas Harum Asri merupakan komunitas peduli lingkungan yang berdiri sejak 2013 di Cibinong, Kabupaten Bogor.
Komunitas tersebut berfokus pada pengelolaan sampah anorganik berbasis partisipasi masyarakat. Saat ini, Harum Asri telah memiliki sekitar 50 anggota aktif yang terdiri atas pegiat lingkungan, kader PKK, dan warga setempat yang tergabung dalam Bank Sampah.
Berbagai program telah dijalankan, mulai dari edukasi pemilahan sampah, operasional Bank Sampah, hingga pelatihan daur ulang.
Seluruh kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi masyarakat dan dukungan pemerintah setempat.
Baca juga : Kemenekraf Luncurkan IN-APPS 2026 Siap Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif
"Program yang sedang berjalan saat ini difokuskan pada pengembangan ekonomi sirkular melalui tabungan sampah dan pemberdayaan kerajinan kreatif warga," kata Siti.
Selain itu, Komunitas Harum Asri secara rutin menggelar pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya pembuatan sabun ramah lingkungan dari minyak jelantah yang diberi nama Sabun Jelita.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Harum Asri berupaya menciptakan lingkungan
yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Komunitas ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung maupun berdiskusi mengenai praktik pengelolaan lingkungan sehari-hari.
Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung daur ulang, Bank Sampah juga dinilai mampu membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan baru di bidang pengelolaan sampah.
Sementara itu, upaya penanganan sampah juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor.
Baca juga : Pelita Air Angkat Faik Fahmi Jadi Dirut
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa persoalan sampah harus ditangani secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, hingga masyarakat.
Menurut Rudy, Pemkab Bogor tengah mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dari hulu hingga hilir melalui penguatan edukasi, penyediaan sarana dan prasarana, serta dukungan anggaran bagi pemerintah desa.
"Penanganan sampah di Kabupaten Bogor harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pihak hingga tingkat desa dan peran aktif masyarakat. Ini didukung melalui penguatan anggaran agar sistem pengelolaan sampah semakin terstruktur dari hulu ke hilir," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengarahkan pemanfaatan bantuan keuangan desa untuk mendukung program penanganan sampah, penguatan Kampung Ramah Lingkungan (KRL), penyediaan fasilitas pendukung di tingkat desa dan RW, serta mendorong kompetisi antar-RT/RW guna meningkatkan kesadaran masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah membuka peluang penataan dan legalisasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal yang memenuhi kriteria tertentu agar pengelolaan sampah dapat berlangsung lebih tertib dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya