Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Biodigester Bank Jakarta Ubah Sampah Jadi Biogas
Senin, 5 Oktober 2026 15:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengolahan sampah organik menjadi energi terbarukan mendapat apresiasi dari Panitia Khusus Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (Pansus CSR/TJSL) DPRD DKI Jakarta.
Pansus menilai, fasilitas biodigester komunal yang dibangun Bank Jakarta bersama mitra di Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, dapat menjadi solusi pengelolaan sampah dari sumbernya.
Apresiasi itu disampaikan saat Pansus CSR/TJSL DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah organik berbasis biodigester komunal tersebut, Senin (5/10/2026).
Ketua Pansus CSR/TJSL DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi menyambut baik inovasi pengolahan sampah organik menggunakan biodigester.
Menurutnya, program yang dihadirkan Bank Jakarta bersama mitra tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di kawasan permukiman padat.
"Sekitar 60 persen sampah kita itu organik dari dapur atau rumah tangga yang memang butuh pengolahan khusus. Kami berharap dengan adanya biodigester ini, sampah bisa terolah langsung di tempat dan dihasilkan menjadi energi terbarukan berupa biogas yang bisa digunakan kembali oleh para penghuni rusun untuk memasak," ujar Ghozi di Rusunawa Rorotan.
Baca juga : Bank Jakarta-PT SMI Kucurkan 2,11 Triliun Untuk 7 Proyek Infrastruktur Jakarta
Dalam kunjungan tersebut, Ghozi turut didampingi Kepala Pokja Pengembangan Ekonomi Sirkular Direktorat Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Asep Setiawan dan Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto.
Ghozi mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap pelaksanaan program CSR/TJSL BUMD.
Pansus DPRD DKI Jakarta juga tengah mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) terkait CSR sebagai payung hukum yang lebih kuat.
"Mindset selama ini CSR adalah bentuk sukarela atau hadiah, padahal sebenarnya TJSL ini adalah bentuk kewajiban yang dilakukan oleh perusahaan, termasuk BUMD. Kami berharap program ini tidak berhenti di Jakarta Utara saja, tetapi juga dilebarkan ke wilayah lain seperti Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan kawasan padat penduduk lainnya," kata Ghozi.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menjelaskan, pembangunan fasilitas biodigester merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam membangun ekosistem pengolahan sampah yang berkelanjutan di DKI Jakarta.
"Bagi Bank Jakarta, program lingkungan ini bukan hanya sekadar instalasi, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih dekat dengan masyarakat dan memiliki manfaat langsung. Pengolahan sampah menjadi energi terbarukan saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi satu kebutuhan bagi Jakarta," jelas Agus.
Baca juga : BP Tapera-Bank Jakarta Salurkan FLPP Untuk Petugas Makam Bung Hatta
Agus memaparkan, instalasi biodigester di Rusunawa Rorotan dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara dibangun menggunakan digester biogas berbahan fiberglass yang dilengkapi mesin pembubur sampah organik berkapasitas 250 kilogram per jam.
Fasilitas pengolahan sampah organik komunal tersebut mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 154,4 ton CO2e per tahun.
Selain menghasilkan biogas sebagai pengganti LPG untuk memasak, sistem ini juga menghasilkan pupuk organik cair sebanyak 400 hingga 450 liter per hari serta pupuk padat 50 hingga 100 kilogram per hari yang dapat dimanfaatkan untuk urban farming warga.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto mengapresiasi kolaborasi antara Bank Jakarta, Pemprov DKI Jakarta, dan kementerian dalam menangani sampah dari sumbernya.
Menurut Edy, Jakarta Utara telah ditetapkan sebagai wilayah pilot project road map pengelolaan sampah di Indonesia.
Di Rusunawa Rorotan, terdapat empat tower dengan sekitar 300 hingga 400 kepala keluarga (KK).
Baca juga : Jepretan Wartawan Foto RM.id Sabet Juara Pertama Anugerah Jurnalistik MHT Ke 52
"Dengan estimasi timbunan sampah rata-rata, fasilitas biodigester berkapasitas pengolahan hingga 1,2 ton per hari ini akan sangat optimal menyerap sampah organik dari sisa olahan dapur warga," kata Edy.
Edy menegaskan, perubahan pola pemilahan sampah di lingkungan masyarakat terus membaik seiring hadirnya sarana pengolahan dan offtaker di tingkat lokal.
"Melalui kolaborasi dan penyediaan fasilitas seperti biodigester ini, tingkat pemilahan sampah rumah tangga warga di lokasi percontohan berhasil meningkat drastis dari yang sebelumnya hanya 5 persen kini mencapai hampir 90 persen," tutur Edy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya