BREAKING NEWS
 

Saran Prof Tjandra Hadapi Kenaikan Kasus Influenza A

Kenali Jenisnya, Kelompok Risiko Tinggi Harus Dirawat

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : DAUD FADILLAH
Rabu, 14 Oktober 2026 06:25 WIB
Ilustrasi virus influenza A. (Foto: AI/Chatgpt)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah disarankan melakukan pemeriksaan whole genome sequencing untuk mengetahui jenis virus Influenza A yang sedang beredar di masyarakat. Pemeriksaan ini penting untuk memahami karakteristik virus di tengah kemungkinan peningkatan kasusnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung baru-baru ini menyampaikan terjadi kenaikan penyebaran virus Influenza A sebesar 15 persen di Jakarta.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) yang juga Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Profesor Tjandra Yoga Aditama memaparkan lima hal terkait peningkatan kasus Influenza A di Jakarta.

Pertama, ada empat jenis virus Influenza, yaitu A, B, C dan D. Yang A dan B serta sebagian C menyebabkan influenza pada manusia.

“Yang D, sejauh ini belum dilaporkan secara ilmiah menyebabkan penyakit pada manusia,” jelas mantan Direktur Penyakit Menular World Health Organization (WHO) Asia Tenggara ini kepada Editor Rakyat Merdeka via WhatsApp (WA), Rabu (14/10/2026).

Kedua, lanjut Tjandra, influenza yang ditemui sehari-hari, memang utamanya disebabkan virus Influenza A. “Jadi, ini bukan hal yang baru,” jelas Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ini.

Baca juga : Manchester City Vs PSG, Duel Raja Eropa

Ketiga, menurut Tjandra, dari waktu ke waktu mungkin saja ada peningkatan kasus influenza, karena itu disebut seasonal flu, atau flu musiman.

Keempat, lanjutnya, nomenklatur influenza A disebut berdasar kombinasi dari Hemaglutanin (H) yang ada 18 jenis, dari H1 sampai H18, dengan Neurominidase (N), yang ada 11 jenis, dari N1 sampai N11. “Jadi, bisa H1N1 sampai H18N11. Ada ratusan kombinasi jenis,” tandasnya.

Kelima, terang Tjandra, tentu saja ada kemungkinan virus influenza bermutasi. Contoh yang nyata adalah H1N1 yang sudah lama dikenal, pada tahun 2009 bermutasi dan menyebabkan pandemi.

Virus yang bermutasi itu diberi nama H1N1 (pdm-09). “Pdm dari kata pandemi, dan 09 karena pandeminya waktu itu bermula dari tahun 2009,” urai Tjandra.

Adsense

Dia menyarankan, ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, yang perlu diketahui adalah jenis H berapa dan N berapa yang sekarang sedang beredar, dan apakah sudah ada mutasi atau tidak, yang harus diperiksa dengan whole genome sequencing.

“Kedua, kita perlu tahu penanganan kasus influenza. Sebagian besar kasus tidak berat dan dapat ditangani dengan istirahat dan pengobatan simtomatik sesuai gejala,” jelasnya.

Baca juga : Bangkit Dari Cedera, Zverev Rebut Gelar Raja Tenis Dunia

Kalau kasusnya berat, menurut Tjandra, maka dapat diberikan obat antivirus seperti oseltamivir. Kalau memang memburuk, terutama pada kelompok risiko tinggi, perlu perawatan di rumah sakit. “Tersedia vaksin influenza yang baik, untuk mereka yang masuk risiko tinggi,” tandasnya.

Ketiga, Tjandra menyarankan, anggota masyarakat perlu terus menjaga kesehatan. “Tubuh yang sehat akan menyebabkan daya tahan tubuh kita menjadi lebih kuat, termasuk dalam menghadapi influenza A,” nasihatnya.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, kenaikan kasus Influenza A dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jakarta, masih dalam kategori ringan.

Kondisi tersebut, menurut Pramono, sama sekali belum menunjukkan lonjakan signifikan maupun masuk kategori wabah.

Pramono mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI dan jajaran Kementerian Kesehatan untuk memantau perkembangan kasus Influenza A dan ISPA.

“Memang ada kenaikan, tetapi sebenarnya kenaikannya kecil sekali,” kata Pramono di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026).

Baca juga : Prabowo 2 Periode Terus Disuarakan

Menurut Pramono, kenaikan saat ini masih jauh dari batas yang menjadi perhatian serius. “Kenaikan itu baru dianggap sebagai wabah atau bencana, kalau di atas 150 persen,” jelasnya.

Meski begitu, Pram mengimbau warga tidak mengabaikan gejala influenza maupun ISPA. Masyarakat yang mengalami gejala itu, perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Kalau merasa terindikasi terkena flu, apakah itu flu A dan sebagainya atau ISPA, segera ke rumah sakit,” saran mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini.

Pram pun memastikan, RSUD dan Puskesmas membuka layanan bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan. [DAF/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense