RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro memastikan ledakan yang menghancurkan sejumlah ruko di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan pada Selasa (13/10/2026) pada pukul 18.15 WIB, bukan disebabkan bom.
Ledakan tersebut menewaskan dua orang dan mengakibatkan 11 orang terluka. Sebanyak tiga orang luka berat, delapan luka ringan.
Empat orang dirawat RS Sari Asih, empat orang di RSUD Tangerang Selatan, dan tiga orang di RS Fatmawati.
Baca juga : Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat: 6 Orang Terluka, Penyebab Masih Diselidiki
Susatyo mengatakan, tim gabungan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Gegana, Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, pemeriksaan belum dapat dituntaskan karena kondisi di lokasi belum memungkinkan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Dari hasil olah TKP bersama tim Gegana dan lainnya, dipastikan kejadian ini bukan bom. Namun, penyebab ledakannya masih kami dalami,” jelas Susatyo.
Banyak Tumpukan Pisang Mentah
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah tabung di luar lokasi kejadian. Petugas juga menemukan satu tabung etilena seberat 52 kg, yang biasa digunakan untuk membantu proses pematangan buah.
Baca juga : Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat: 6 Orang Terluka, Penyebab Masih Diselidiki
Namun, polisi belum dapat memastikan kaitan temuan itu dengan ledakan, karena masih harus melalui pemeriksaan lanjutan.
Di bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling parah, petugas menemukan tumpukan pisang yang masih mentah. Temuan tersebut memperkuat keterangan bahwa lokasi ledakan merupakan gudang penyimpanan buah.
Korban Warga Yang Sedang Melintas
Korban dalam musibah ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat ini terdiri dari pekerja dan warga yang sedang melintas, atau berada di depan ruko saat ledakan terjadi.
Olah TKP Lanjut Pagi Ini
Baca juga : Serangan di Bandara Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Korban Luka Lebih Dari 300
Setelah pemeriksaan awal, polisi menutup sementara olah TKP dan akan melanjutkannya pada Kamis (15/10/2026) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.
Tim gabungan dari Puslabfor, Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan dijadwalkan kembali melakukan pemeriksaan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi penyelidikan.
Selama proses penanganan berlangsung, aparat mengimbau warga tidak mendekati lokasi kejadian. Area sekitar harus tetap steril, demi keselamatan masyarakat dan. kelancaran penyelidikan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.