Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cek Gudang Bulog Garut, Husein Pastikan Ketahanan Pangan Aman
Selasa, 12 Mei 2026 14:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Muhammad Husein Fadlulloh meninjau langsung Gudang Bulog Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). Kedatangan Husein untuk memastikan ketersediaan pangan yang menjadi penyangga kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman dan terkendali.
Di lorong sempit yang diapit ribuan karung beras itu, langkah Husein yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna abu-abu dan helm pengaman terlihat mantap menyusuri area penyimpanan. Suasana gudang tampak sederhana dengan lantai berwarna oranye. Aroma khas gabah dan beras memenuhi ruangan.
Di beberapa sudut, karung-karung beras tersusun rapi hingga mendekati atap bangunan. Sesekali, Husein berhenti untuk memperhatikan kondisi penyimpanan sambil berdiskusi dengan jajaran Bulog yang mendampinginya.
Baca juga : Kapolri Perkuat Peralatan Personel Demi Maksimalkan Keamanan Warga
Di sisi Husein tampak Kepala Cabang Bulog Ciamis, Johan Wahyudi, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Dila Nurul Fadilah. Ketiganya berbincang ringan sambil mengamati langsung penataan stok beras. Bagi Husein, peninjauan lapangan seperti ini bukan sekadar agenda seremonial.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut itu ingin memastikan bagaimana beras disimpan, dijaga kualitasnya, hingga nantinya didistribusikan kepada masyarakat.
“Tadi saya bersama Kepala Cabang Bulog Ciamis melihat langsung stok beras yang ada di Gudang Bulog Garut. Saat ini stok beras mencapai sekitar 2.700 ton,” kata Husein kepada wartawan.
Baca juga : Gudang Bulog di Daerah Penuh, Gerindra: Stok Beras Melimpah Itu Nyata
Angka itu menjadi penanda bahwa cadangan pangan di wilayah Garut masih dalam kondisi aman. Di tengah kekhawatiran sejumlah daerah terhadap stabilitas pangan dan harga beras, keberadaan stok dinilai penting untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat hingga akhir tahun.
Tak hanya memeriksa jumlah stok, Husein juga menyoroti proses penyerapan gabah dan beras dari petani. Ia menyebut sejumlah wilayah seperti Pameungpeuk, Kadungora dan Cilawu menjadi sentra pemasok gabah yang menopang ketersediaan beras di gudang Bulog Garut.
Menurut Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR itu, negara harus hadir memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang layak. Dari situlah rantai ketahanan pangan dimulai.
Baca juga : Soal Hantavirus, WHO Pastikan Bukan Covid Baru
“Kami memastikan gabah petani yang dibeli sesuai harga yang telah ditentukan pemerintah. Setelah itu disimpan di gudang dengan kondisi yang baik, dilakukan perawatan secara berkala agar kualitas tetap terjaga, tidak rusak, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” jelas Husein.
Di balik tumpukan karung-karung beras itu, ada harapan tentang stabilitas harga dan kepastian pangan bagi masyarakat. Karena itu, Husein menilai pengawasan distribusi dan pengendalian harga harus terus dilakukan. Tujuannya agar beras tidak menjadi komoditas yang dimainkan demi keuntungan segelintir pihak.
“Harga beras di pasaran harus tetap terkendali agar tidak dimainkan oleh pihak yang hanya mencari keuntungan. Kita meyakini sistem pangan dari hulu ke hilir yang dijalankan pemerintah dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan swasembada pangan dapat tercapai,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya