Dark/Light Mode

BNPB: Gempa M7,7 NTT Tewaskan 2 Orang, 1 Luka-Luka

Sabtu, 15 Agustus 2026 09:18 WIB
Pegawai Hotel Jayakarta mengamankan barang-barang milik wisatawan yang menginap di hotel tersebut. Bangunan hotel runtuh akibat gempa M7,7 yang mengguncang Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). (Foto: ANTARA)
Pegawai Hotel Jayakarta mengamankan barang-barang milik wisatawan yang menginap di hotel tersebut. Bangunan hotel runtuh akibat gempa M7,7 yang mengguncang Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). (Foto: ANTARA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gempa M7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka. Mengutip keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dua korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Data korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan.

"Tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI dan Polri masih melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (15/8/2026).

BNPB dan BPBD Kabupaten Sikka terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan korban, serta memastikan kondisi masyarakat di sekitar wilayah terdampak. 

Di Kabupaten Nagekeo, gempa dirasakan sangat kuat selama kurang lebih satu menit. Sebagian besar masyarakat merasakan guncangan dan berhamburan keluar rumah. BPBD Kabupaten Nagekeo berkoordinasi dengan instansi terkait, menyusul adanya peringatan dini tsunami serta melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang berada di wilayah pesisir.

Baca juga : Gempa M7,7 NTT, Mensesneg Koordinasi Dengan BMKG Dan BNPB

Kondisi serupa dilaporkan di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Barat. Masyarakat merasakan gempa sangat kuat selama kurang lebih satu menit. Sebagian besar warga keluar rumah.

BPBD di kedua wilayah tersebut melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan mengarahkan evakuasi masyarakat yang berada di kawasan pesisir. Gempa juga dirasakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, antara lain Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Maros.

Masyarakat di beberapa wilayah tersebut turut merasakan guncangan dan sebagian berhamburan keluar rumah. Pasca gempa utama, tercatat beberapa aktivitas gempa susulan.

Gempa susulan M6,2 terjadi pada pukul 05.13.53 WIB, disusul M6,2 pada pukul 05.28.40 WIB dan M5,6 pada pukul 05.37.19 WIB. Sejumlah gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk M5,5. Berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Baca juga : BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M7,7 Di NTT

BNPB masih melakukan pemutakhiran data terkait dampak gempa bumi di wilayah terdampak. Pendataan meliputi korban jiwa, korban luka-luka, kerusakan bangunan, maupun dampak lainnya. Informasi mengenai perkembangan korban dan kerusakan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi petugas di lapangan.

BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta informasi peringatan dini dari BMKG.

Masyarakat diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa karena berpotensi membahayakan keselamatan. Serta tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dan potensi tsunami dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah, serta TNI-Polri. BNPB bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak, melakukan evakuasi dan penanganan korban, serta memastikan keselamatan masyarakat.

Baca juga : Gempa M7,7 Guncang NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

"Data dan informasi dalam laporan ini bersifat sementara dan masih dapat berkembang sesuai hasil pendataan serta verifikasi di lapangan. Perkembangan data dan informasi akan kami sampaikan secara berkala," pungkas Berton, 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.