RM.id Rakyat Merdeka - Konsistensi dan disiplin jangka panjang menjadi kunci di balik prestasi Audric Tsai. Siswa Grade 12 Sinarmas World Academy ini telah menempuh lebih dari enam tahun di dunia robotika kompetitif, hingga akhirnya mengantarkannya ke panggung dunia.
Pendekatan pembelajaran jangka panjang yang diterapkan sekolah—dimulai sejak dini dan dibangun secara konsisten. Sehingga mencapai salah satu puncaknya melalui ajang VEX Robotics Indonesia National Championship. Dalam kompetisi tersebut, Sinarmas World Academy mencatat sejarah sebagai tuan rumah pertama kejuaraan VEX Robotics tingkat nasional di Indonesia, bekerja sama dengan PT Provisi Mandiri Pratama.
Persaingan nasional yang ketat berhasil dilalui dengan hasil gemilang. Tim SWA RoboKnights mengamankan enam penghargaan. Audric bersama tim 50251A SWA RoboKnights High School meraih Excellence Award dan Skills Only Award. Sementara tim Middle School dan Elementary School masing-masing menyabet Skills Only Award, Design Award, dan Judges Award.
Baca juga : Sambut Imlek, Mall Ciputra Jakarta Hadirkan Atraksi Barongsai - Wayang Potehi
Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Audric dan seluruh tim SWA RoboKnights sebagai wakil Indonesia di VEX Robotics World Championship di Amerika Serikat. Prestasi ini menegaskan bahwa robotika di Sinarmas World Academy bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan jalur pembelajaran yang membuka akses ke kompetisi global.
Di balik pencapaian tim, Audric dipercaya memegang peran sebagai manajer tim. Ia dikenal memiliki kemampuan pengelolaan organisasi, komunikasi yang tajam, serta ketenangan dalam situasi bertekanan. Dalam kondisi genting, Audric mampu memetakan tugas, menetapkan prioritas, dan menjaga fokus tim tetap utuh.
Keunggulan teknis Audric juga menonjol, terutama dalam bidang mekatronika yang mengintegrasikan mekanik, elektronik, dan pemrograman sebagai satu sistem. Ia kerap menyederhanakan desain tanpa mengorbankan presisi, menjadikannya rujukan utama bagi anggota tim.
Baca juga : Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global di WEF Davos 2026
Tak hanya berorientasi pada kompetisi, Audric juga aktif membimbing adik kelas. Ia meluangkan waktu untuk menjelaskan proses kerja tim dan membiasakan dokumentasi agar pengetahuan tidak berhenti pada satu generasi atau satu musim lomba.
Perpaduan kepemimpinan, ketajaman teknis, dan semangat berbagi kembali terlihat pada World Robot Olympiad International Final 2025. Bersama SWA RoboKnights, Audric meraih tiga Gold Awards dan Start-Up Award melalui proyek LUMA (Language Using Mind & AI).
LUMA merupakan perangkat komunikasi asistif bagi individu yang kehilangan kemampuan berbicara akibat ALS, stroke, atau gangguan neuromuskular. Teknologi ini menerjemahkan niat pengguna menjadi suara berbasis kecerdasan buatan, dengan estimasi biaya produksi sekitar Rp10 juta—jauh lebih terjangkau dibandingkan teknologi sejenis di pasaran yang mencapai ratusan juta rupiah.
Baca juga : Puluhan Tahun Terisolasi, Jembatan Gantung Jadi Akses Utama Pangandaran–Tasikmalaya
“Audric adalah tipe siswa yang diimpikan setiap mentor—cemerlang dalam rekayasa, tak kenal lelah dalam iterasi, dan kuat dalam karakter,” ujar Dr. Haoken, IBDP Coordinator.
Keberhasilan Audric mencerminkan filosofi pendidikan Sinarmas World Academy bahwa prestasi lahir dari disiplin jangka panjang, bukan hasil instan. Sekolah menegaskan bahwa robotika bukan semata soal mencetak juara, melainkan membangun ekosistem pembelajaran yang memungkinkan generasi muda Indonesia bersaing setara di tingkat global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.