Dark/Light Mode

Menperin Pacu Kawasan Industri Tematik, Singgung Soal Biotown

Kamis, 1 Januari 2026 22:47 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Konferensi Pers Kinerja Industri Manufaktur Tahun 2025 dan Outlook Industri Manufaktur 2026 di Jakarta, Rabu (31/12/2025). (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Konferensi Pers Kinerja Industri Manufaktur Tahun 2025 dan Outlook Industri Manufaktur 2026 di Jakarta, Rabu (31/12/2025). (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pengembangan kawasan industri yang selaras dengan arah kebijakan nasional serta kebutuhan strategis pembangunan jangka panjang.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan kawasan industri tematik yang dapat diarahkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan kawasan industri ke depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus paralel dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor strategis.

“Kita akan mengupayakan pembentukan kawasan industri yang nantinya bisa kita arahkan menjadi PSN atau KEK. Hal ini sangat tergantung pada tema atau tematik kawasan tersebut agar benar-benar selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh negara,” kata Agus dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Manufaktur Tahun 2025 dan Outlook Industri Manufaktur 2026 di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Baca juga : HKI Genjot Investasi Kawasan Industri 2026, Soroti Masalah Tata Ruang

Menurut Menperin, Kemenperin akan menilai secara selektif setiap usulan pengembangan kawasan industri, terutama dari sisi kesesuaiannya dengan kebijakan prioritas pemerintah. Sejumlah kebijakan tersebut antara lain ketahanan energi, ketahanan pangan, serta kebijakan strategis lain yang menjadi fondasi pembangunan nasional.

“Yang akan kita lihat, kawasan industri itu harus memang in line atau paralel dengan kebijakan kita, misalnya kebijakan ketahanan energi dan kebijakan ketahanan pangan,” ujarnya.

Agus juga menegaskan, pengembangan kawasan industri akan diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita, khususnya Asta Cita kelima, yakni mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata. Dalam konteks industri, hal tersebut diterjemahkan sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan nasional.

“Sebetulnya kata lain dari itu adalah ketahanan di bidang kesehatan atau kesehatan yang berdikari. Kawasan-kawasan industri, PSN, maupun KEK yang akan kita kembangkan ke depan akan kita arahkan juga ke sana,” kata Agus.

Baca juga : Kemenperin Targetkan Industri Pengolahan Tumbuh 5,51 Persen Di 2026

Sebagai langkah konkret, Kemenperin telah menerima proposal dari sebuah grup usaha besar yang menyatakan minat untuk membangun kawasan industri tematik bertajuk Biotown, yang dirancang sebagai pusat pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan nasional.

“Dari Biotown ini, diharapkan akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam memproduksi obat-obatan dan alat-alat kesehatan,” ujarnya.

Menariknya, konsep Biotown juga menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya alam Indonesia sebagai basis produksi, khususnya bahan baku herbal dan sumber hayati lokal.

“Yang lebih menarik lagi, obat-obatan yang dikembangkan nantinya akan berbasis sumber daya alam Indonesia, berbasis herbal, dan berbasis apa yang dihasilkan oleh kekayaan alam kita sendiri,” tambah Agus.

Baca juga : Pemerintah Dorong Keadilan Energi Lewat SPBU Nelayan Di Donggala

Menperin menilai, pengembangan kawasan industri dengan pendekatan tematik seperti Biotown merupakan contoh ideal yang perlu terus dicari dan didorong. Model tersebut dinilai tidak hanya menciptakan nilai tambah industri, tetapi juga memperkuat kemandirian nasional serta selaras dengan arah kebijakan Presiden, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga ketahanan dan kemandirian di bidang kesehatan.

“Tematik-tematik seperti ini yang perlu kita cari dan kita dorong ke depan, tentu dengan tetap memastikan keselarasan penuh dengan kebijakan Bapak Presiden,” pungkas Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.