RM.id Rakyat Merdeka - Posisi Presiden Jokowi di Pilpres 2024 benar-benar menentukan. Meski bukan ketum parpol, tapi Jokowi dinilai punya power untuk mengarahkan para pemilih, juga mengotak-atik kaolisi. Karena itu, tak heran kalau saat ini banyak ketum parpol yang mulai menghadap Jokowi. Bahkan, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri juga, dipastikan akan minta pendapat Jokowi dulu sebelum tentukan capres banteng.
Kemarin, giliran Ketum PKB Muhaimin Iskandar yang menghadap Jokowi. Mobil yang ditumpangi Cak Imin, sapaan Muhaimin, memasuki pekarangan Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin, lewat Jalan Veteran III. Ia tiba sekitar pukul setengah 10 siang WIB.
Setelan bajunya formal. Kemeja batik lengan panjang, dipadu celana bahan warna hitam. Ia juga mengenakan peci dengan warna senada. Gagah dan bersahaja.
Bos PKB ini tidak datang sendiri. Ia didampingi sejumlah elite partainya. Mulai dari Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Ida Fauziyah, Waketum Muhammad Hanif Dhakiri hingga Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda.
Mulanya, tak diketahui apa agenda pertemuan Cak Imin pagi itu. Yang jelas, sehari sebelumnya, Cak Imin baru saja menggelar acara PKB Road to Election.
Acara yang digelar di Tennis Indoor Senayan, di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta itu, turut dihadiri oleh Prabowo Subianto. Sosok yang digadang-gadang bakal berduet dengan Cak Imin di Pilpres 2024.
Baru sekitar pukul setengah 11, Cak Imin keluar bersama rombongan dari Istana. Apakah pertemuan tersebut membahas soal Pilpres?
Baca juga : Mardiono Minta Kader PPP Papua Semangat Jemput Kemenangan Pemilu 2024
Tentu. Tapi sosok yang juga dikenal dengan sapaan Gus Muhaimin ini, menjawab normatif ketika ditanya awak media.
"Beliau memesankan, suasana seperti ini harus dipertahankan, suasana cool, suasana kekeluargaan, suasana kondusif itu beliau mohon untuk dipertahankan oleh partai-partai," ucap Cak Imin menyampaikan pesan Jokowi.
Ia mengaku tak tidak spesifik membahas politik dengan Jokowi. Menurutnya, Presiden menyerahkan sepenuhnya kepada PKB untuk memutuskan koalisi Pilpres 2024.
Sejauh ini, belum ada keputusan resmi siapa calon presiden yang akan diusung PKB. Meskipun di acara sehari sebelumnya, ia memanggil Prabowo dengan sebutan calon presiden.
"Tunggu pengumuman resminya. (Panggilan calon presiden) itu, penghormatan yang tertinggi dari kami kepada tamu," lanjutnya.
Lalu, hal apalagi yang diobrolin dengan Jokowi sekitar sejam di Istana itu? Cak Imin mengaku menyampaikan 5 poin keputusan rapat koordinasi dan konsultasi internal partai dalam rangkaian pertemuan tiga hari terakhir kepada Jokowi.
Salah satunya, usulan listrik gratis untuk orang miskin. Hitungan Cak Imin, perlu anggaran sekitar Rp 17,7 triliun per tahun untuk menggratiskan 32 juta warga negara yang kini menjadi pelanggan listrik 450 Watt. "Ini yang sudah dihitung dapat subsidi gratis 100 persen," kata Cak Imin.
Baca juga : PPP Jakarta Pusat Dukung Ganjar Presiden 2024
Poin lainnya adalah usulan pupuk gratis untuk petani kecil, modal usaha tanpa agunan kepada anak muda, menambah dana pensiun purnawirawan TNI/Polri hingga menurunkan harga BBM khusus untuk sepeda motor dan kendaraan umum.
Kembali ke Jokowi. Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga sudah bertemu dengan Jokowi di Istana Batu Tulis. Salah satu yang dibahas soal pilpres.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, Mega akan bertemu intens dengan Jokowi. "Nanti juga sama, akan ada pertemuan-pertemuan yang intens antara Ibu Mega, Pak Jokowi, kemudian pertemuan dengan para ketua umum yang akan bersama-sama membangun kerja sama," kata Hasto di Jakarta, Minggu (30/10).
Begitupun Golkar, PAN dan PPP. Siapa nama-nama kandidat Capres yang akan diusung oleh ketiga parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) ini, juga akan disampaikan ke Jokowi. Itu artinya, mereka juga akan menghadap RI1 saat memutuskan pilihannya.
Ketum Golkar, Airlangga Hartarto blak-blakan mengaku pihaknya kerap berkomunikasi dengan Jokowi dalam penentuan capres-cawapres KIB. "Presiden sudah tahu. Sudah tahu nama-namanya," kata Airlangga, belum lama ini.
Lalu apa kata pengamat? Pakar komunikasi politik, Lely Arrianie meyakini, semua partai koalisi pasti akan melapor ke Jokowi soal siapa capres yang akan didukung. Dia menilai, Surya Paloh juga melakukan hal yang sama, ketika NasDem hendak mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres). Meskipun, Anies disebut sebagai anti-tesis Jokowi.
"Pak Surya pasti ngomonglah ke pak Jokowi," kata Lely, dalam obrolan, tadi malam.
Baca juga : Hasil Voting Musra Riau, Sandiaga Uno Duduki Peringkat Teratas Bakal Capres 2024
Terlepas Jokowi setuju atau tidak dengan keputusan NasDem tersebut. Toh, dukungan NasDem ke Jokowi berlaku sampai 2024.
"Semua akan berkonsultasi atau bertemu lah dengan pak Jokowi. Karena mereka berkepentingan juga membahas kelanjutan program-program presiden Jokowi ke depan," sambungnya.
Ia memperkirakan, hanya dua ketum parpol saja yang tidak menghadap dan meminta pendapat Jokowi perkara Pilpres. Yakni, PKS sama Demokrat, yang notabene berada di luar pemerintahan.
Namun demikian, Lely meyakini, Jokowi tidak akan mendikte parpol dan koalisi terkait nama capres dan cawapres yang akan diusung. Meskipun, di mata para ketum partai, Jokowi bisa saja dipandang sebagai king maker.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.