BREAKING NEWS
 

Suasana Kebatinan Lagi Tak Enak

KPI Disaranin Deklarasi Capres Anies Dulu Deh

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Minggu, 20 November 2022 07:35 WIB
Anies Baswedan (tengah) melakukan pertemuan dengan tim kecil Koalisi Perubahan di Rumah Makan Padang Pagi Sore, di kawasan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (18/11). (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Suasana kebatinan Koalisi Perubahan Indonesia (KPI) sedang tidak baik-baik saja. Salah satu penyebabnya, be­lum pastinya nama calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan.

Selain itu, manuver poli­tik Partai NasDem memicu pertengkaran. Misalnya, usai pertemuan Anies dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, di Solo, Selasa (15/11), elite NasDem bilang, Gibran cocok menjadi pendamping Anies.

Partai Demokrat yang men­jagokan Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meradang. PKS juga bingung. Ahmad Heryawan (Aher) yang diajukan, belum pernah disebut. Sementara, PKS juga digoda Gerindra untuk kembali bergandengan tangan.

Baca juga : NasDem Main Api Nih

KPI nyaris ruwet. Beruntung, Anies sigap mendinginkan partai pendukungnya dengan makan siang bareng di Rumah Makan (RM) Pagi Sore, di ka­wasan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (18/11).

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyatakan, akar panas dinginnya koalisi ini memang di penentuan cawapres. Meski Anies sudah jauh hari menjabarkan tiga kriteria ideal tentang sosok pendampingnya, yakni bisa mendongkrak suara, diterima semua anggota koalisi dan punya kemampuan me­mimpin. Namun, yang terjadi masih sering miskomunikasi.

Adsense

“Semua ingin mempertahankan tawarannya,” kata Agung kepada Rakyat Merdeka, ke­marin.

Baca juga : Relawan Pendekar Dan Binar Deklarasi Ganjar Capres 2024

NasDem, lanjut Agung, ngotot memasangkan Anies dengan sosok dari luar koalisi sebagai jalan tengah. Demokrat mendesak agar AHY, dan PKS menawarkan Ahmad Heryawan (Aher) sebagai hasil rekomen­dasi dari Majelis Syura.

“Untungnya Anies sigap. Bikin pertemuan mensolid­kan barisan pengusungnya, sekaligus mengirimkan sinyal kepada publik bahwa pencap­resan dirinya tak ada masalah,” katanya.

Namun, tindakan Anies itu dinilai sekadar pertolongan pertama. Sebab, akar masalah sosok cawapres belum ada win-win solution. Agung me­nyarankan, sebelum ketemu cawapres, KPI terlebih dahulu bersama-sama mendeklarasi­kan Anies.

Baca juga : Bakamla Gelar Latihan Menembak Kesiapan Operasi Wilayah Barat

Ikhtiar politik KPI dengan mendeklarasikan Anies sebagai capres, dinilai menjadi langkah maju sebagai sinyal keseriusan agar para kader masing-masing partai dalam koalisi lebih tenang.

Bila tidak, kader di bawah bisa goyah. KPI akan layu sebelum berkembang, dan setiap anggotanya hanya akan menjadi pelengkap bila kelak koalisi bubar dan harus memilih di antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Koalisi Indonesia Raya (KIR) dan PDI Perjuangan.

“Artinya, bila KPI tak jadi terbentuk, yang rugi bukan saja Anies melainkan seluruh anggota koalisi. Karena tak maksimal menjemput momen­tum harapan perubahan yang dinapaskan mereka selama ini,” jelasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense