Sebelumnya
Di tahun 2022, Politisi Muda Partai Golkar ini melihat adanya beberapa ancaman dan tantangan terhadap stabilitas pertahanan dan keamanan nasional yang terjadi sepanjang tahun 2022.
"Dan perlu antisipasi penanganan pada tahun 2023 agar tidak tereskalasi antara lain," katanya.
Baca juga : Menteri Teten Janji Bangun 250 SPBU Nelayan di Tahun Depan
Ketegangan geopolitik termanifes di berbagai kawasan sepanjang tahun 2022 termasuk pertikaian hak perairan di Laut China Selatan antara China dan Indonesia atau hak atas Pulau Pasir antara Australia dan Indonesia, kemungkinan meningkat di tahun 2023.
“Karena itu PPK Kosgoro 1957 meminta agar Pemerintah Indonesia selain mempergunakan saluran diplomatik, juga harus mempercepat pencapaian target Minimum Essential Force (MEF) melalui pengalokasian anggaran untuk memperkuat dan memodernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI,” tegasnya.
Baca juga : DPRD Kota Bogor Gelar Acara Refleksi Kinerja Satu Tahun
PPK Kosgoro 1957 juga meminta agar TNI diperlengkapi dengan Unmanned Aerial Vehicles (UAV) berbasis teknologi informasi di wilayah perbatasan yang rawan kegiatan illegal termasuk penyelundupan narkoba, perdagangan orang, kegiatan intelijen asing, dan suplai senjata, serta kegiatan terorisme.
Ancaman siber merupakan fenomena era digital yang berpotensi mengancam pertahanan dan keamanan nasional.
Baca juga : Pertumbuhan Impresif 2022 Untuk Merespons Tantangan Riel 2023
Menyikapi hal tersebut, PPK kosgoro 1957 meminta Pemerintah agar aktif mensosialisasikan literasi teknologi informasi agar masyarakat semakin cerdas dan berhati-hati terhadap berbagai bentuk ancaman siber.
"PPK juga meminta Pemerintah untuk segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan block chain data (storage big data) agar data dan informasi tentang rakyat, sumber daya alam, dan rahasia negara tidak dititipkan pada storage negara lain yang membahayakan pertahanan dan keamanan nasional,” paparnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.