Sebelumnya
Pujian juga datang dari Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi. Politisi yang disapa Awiek ini menilai, penghargaan itu belum tentu menunjukkan seseorang bisa bekerja. “Ya, bagus memang tidak perlu pamer. Terpenting kan fakta di lapangan kalau penghargaan kan relatif,” jawab Awiek saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Dia beranggapan, penghargaan belum cukup menginterpretasikan kinerja positif. Penghargaan hanya sebatas pembuktian kinerja. “Prestasi tidak hanya dilihat dari penghargaan, tapi capaian-capain kinerja yang sudah dilakukan,” ucap wakil ketua Baleg DPR itu.
Baca juga : Anies Maju Tak Kendor
Politisi PDIP Hendrawan Supratikno mengungkapkan, rendah hati merupakan salah satu sikap yang terpuji. Kerendahan hati membuat seseorang terbuka untuk terus belajar. Tidak menafikan peran dan jasa orang lain.
“Serta secara kultural lebih sesuai dengan adat ketimuran. Prestasi nyata berbicara lebih kuat (action speaks louder),” jelas Hendrawan, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Gibran: Dapat Banyak Pesan
Sementara, pengamat politik dari Universitas Airlangga Prof Kacung Marijan tidak heran dengan sikap Gibran yang kerap merendah. “Karakter Mas Gibran kan memang demikian (merendah). Lagian, ngadu Mas Gibran dan Pak Anies ya, salah yang ngadu, karena memang berbeda. Umur beda, pengalaman, jabatan beda dan seterusnya,” tukas Prof Kacung, kemarin. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.